Berawal dari Kedatangan Dajjal dan Nafsu Menguasai (Bagian I)

devil2Dajjal. Sebuah nama yang kita ketahui secara pasti. Dajjal adalah tokoh yang diagung-agungkan oleh orang-orang kafir dan munafik sehingga pada akhir zaman kelak ia menjadi pemimpin bagi mereka. Semoga kita tidak termasuk kedalamnya. Menurut banyak pengamat Dajjal adalah seorang makhluk berwujud manusia yang kini telah hadir di muka bumi ini, disebuah pulau yang tersembunyi (Beberapa prediksi menyebutkan Dajjal kini tinggal di sebuah pulau dikawasan Segitiga Bermuda. Benarkah demikian? Wallahu a’lam) yang manusia tidak mengetahuinya sama sekali, ia diikat didalam sebuah gua yang akan lepas pada hari kiamat nanti. Ia mempunyai seekor makhluk yang menjadi sahabatnya di pulau itu. Makhluk ini dikatakan bisa berbahasa manusia dan berwujud seperti binatang

Menurut riwayat, Dajjal akan keluar dari arah timur di daerah Khurasan, India. Tubuhnya besar berwarna merah, bermata juling dan di dahinya tertulis Ka Fa Ra ( Kafir). Dan tentu saja hanya orang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT saja yang dapat melihat tanda ini. Secara langsung simbol Dajjal yang konon katanya bermata satu ini terdapat didalam simbol-simbol kepercayaan Mesir Kuno dan juga pada simbol-simbol Yahudi. Pada Mesir kuno terdapat pada gambar mata dewa Horus, dewa kematiannya ajaran Pagan dan pada lambang Zionis Yahudi terdapat pada lambang Piramida yang terputus ujungnya yang didalamnya terdapat gambar mata. Simbol ini sendiri, yang penulis tahu melambangkan Lucifer, sesembahannya para pengikut Kabbalah.

Menurut ajaran Kristen sendiri, Lucifer sendiri adalah malaikat yang diusir dari surga oleh Tuhan karena membangkang. Mengenai hal ini Herry Nurdi dalam bukunya menulis:

“Terusirnya Lucifer dari surga… Diantaranya adalah keinginannya untuk bebas (free will), karena nafsunya (lust) dan karena kesombongannya (pride)… Tanpa harus dijelaskan lagi, ketiga unsur di atas, free will, lust dan pride adalah faktor-faktor yang “mampu” mengantar manusia menjadi Tuhan”.

Kembali ke persoalan Dajjal. Kehadiran Dajjal di muka bumi ini adalah pertanda kemenangan umat Islam dan kehancuran Negara Israel. Keterangan ini juga terdapat dalam kitab suci umat Kristen yakni Injil Lucas. Di dalam Injil Lucas pada pasal 19-20 menyebutkan secara gamblang hal ini sesuatu yang sangat berlawanan dengan prediksi Nostradamus dan kaum Yahudi sendiri. Menurut ramalan mereka, Dajjal yang mereka sebut sebagai Raja (Christ) ini akan turun dari langit lalu kaum Yahudi memberikan mahkota kepada Si Pendusta ini dan tentu saja ia akan duduk di atas singgasananya dan memerintah melalui Kuil Solomon, yang menurut kepercayaan mereka berada tepat di atas Masjidil Aqsha yang berada di Yerusalem. Sebuah wilayah yang dari masa ke masa menjadi area perebutan umat Islam, Kristen dan Yahudi.

Berikut petikan isi ayat Injil Lucas pada pasal 19-20:

“Ketika saatnya waktu ia harus keluar sudah semakin dekat, maka ia akan memandang ke sebuah kota sambil meneteskan air mata dan berkata, “Sesungguhnya jika engkau mengetahui betul—bahkan sampai pada hari ini juga—tidaklah ia datang untuk keselamatanmu. Tapi sekarang hal itu sudah menjadi samar dalam pandangan matamu. Sungguh akan datang suatu hari, semua musuh akan mengepungmu dengan suatu senjata. Kemudian mereka akan memukulmu dan mengepungmu dari segala penjuru. Mereka akan menghancurkanmu dan anak cucumu yang ada disampingmu. Mereka tidak akan membiarkan segala yang ada disampingmu, sebab engkau tidak tahu saat musnahmu (menghilang) dari dunia ini.”

Di dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa Dajjal keluar dari tempat persembunyiannya disebabkan karena ia marah. Apa penyebabnya? Didalam buku “Dajjal Pemimpin Yahudi” disebutkan bahwa kemarahan Dajjal berasal dari tegaknya Khilafah dengan metode kenabian (Manhaj Nubuwwah). Tentu saja, pada saat itu, segala konspirasi kaum Yahudi lewat Freemason atau sejenisnya telah hancur dan saat itu kebenaran, kedamaian dan keadilan telah merata memasuki ke setiap penjuru negeri. Panji-panji Islam berdiri tegak dimana-mana, kemuliaan Islam telah kembali. Sebuah impian dan harapan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT untuk umat Islam yang ada di seluruh penjuru dunia.

Kemunculan Dajjal inilah pertanda kebinasaanya. Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa atau al-Masih Isa Ibnu Maryam di depan pintu Ludda Palestina. Selain kedatangan dan kematian Dajjal, ada satu lagi kontroversi yang mencuat di kalangan umat Islam, yakni Imam Mahdi. Siapa Imam Mahdi? Secara singkat kita dapat mengenalnya melalui hadis riwayat Ibn Hibban berikut ini:

Abdullah menuturkan Rasulullah saw bersabda: “Hari kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia yang diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan”.

Dalam sebuah riwayat lain disebutkan bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Rasulullah saw bersabda bahwa pada saat itu terjadi pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah berlari ke Makkah. Pada saat itulah ia dibaiat oleh kaum muslimin diantara Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim). Setelah itu pasukan pun disiapkan dari Syam untuk melakukan peperangan yang dipimpin olehnya sampai akhirnya pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’ tempat diantara Makkah dan Madinah.

Kemudian muncul seorang musuh lagi yang beberapa pamannya berasal dari suku Kalb. Di dalam hadis riwayat ath-Thabrani ini disebutkan juga bahwa kaum muslimin kembali menang atas kaum yang di dorong oleh ambisi suku Kalb itu. Setelah itu, Imam Mahdi membagikan harta rampasan perang itu dan bekerja di tengah-tengah masyarakat. Imam Mahdi sempat mengabdi kepada kaum muslimin selama tujuh tahun (dalam riwayat lain disebutkan selama sembilan tahun) dan setelah itu ia pun meninggal dunia dan di shalatkan oleh kaum muslimin.

Berdasarkan riwayat diatas, Hafidz Abdurrahman menyimpulkan, meskipun ada hadis yang menyebutkan bahwa Imam Mahdi yang mendirikan Khilafah, namun umat Islam tidak boleh duduk diam dan menunggunya. Umat Islam harus berjuang untuk menegakkan Khilafah karena seperti sebuah riwayat dari Imam Muslim disebutkan bahwa: Siapa saja yang diatas pundaknya tidak terdapat baiat maka dia mati dalam keadaan jahiliah. “Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi,” kata penulis buku Diskursus Islam Politik dan Spiritual ini di dalam jurnal Al-Wa’ie. (toni/ bersambung)

5 thoughts on “Berawal dari Kedatangan Dajjal dan Nafsu Menguasai (Bagian I)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s