BERAWAL DARI KEDATANGAN DAJJAL dan NAFSU MENGUASAI (Bagian II)

40bUntuk dapat menguasai dunia, maka dibutuhkan wadah (pusat kegiatannya, semisal kantor. Karena cakupannya lebih besar lagi maka Konspirasi Zionisme Internasional membutuhkan sebuah Negara) yang dijadikan tempat penyusunan rencana (baca: konspirasi). Untuk itulah disusun kisah Holocaust, yaitu kisah pembantaian 6 juta kaum Yahudi di Jerman oleh Nazi sehingga membuat orang-orang Eropa menjadi bersalah. Dan jika Holocaust benar terjadi, sudah selayaknya kaum Yahudi menempati salah satu wilayah di Eropa tadi, semisal Jerman. Bukan di Palestina. Karena kaum Yahudi telah dikutuk Tuhan untuk tidak dapat lagi menginjakkan kakinya ke Palestina. Neturei Karta, salah satu kelompok Yahudi yang tidak sepaham dengan Zionisme sendiri mengakui hal ini. Menurut mereka, 

sudah takdirnya orang Yahudi berdiaspora dan tidak mempunyai negeri. Hal ini juga dibenarkan oleh pendiri Israel, David Ben Gurion yang mengatakan bahwa pemimpin Arab telah bodoh mendukung Israel. “Kalau saya menjadi pemimpin Arab, tak pernah saya membuat perjanjian dengan Israel. Kita sudah mengambil negeri mereka. Kita memang dari Israel, tapi itukan peristiwa dua ribu tahun lalu. Terjadi anti-semitisme, Nazi, Hitler, Auschwitz, TAPI, APAKAH ITU SALAH MEREKA? YANG TERJADI CUMA SATU: KITA DATANG KEMARI (maksudnya ke Palestina) DAN MERAMPAS NEGERI MEREKA. KENAPA MEREKA BISA MENERIMA ITU?,” kata mantan Perdana Menteri pertama Israel itu kepada Presiden World Jewish Congress, Nahum Goldmann. Peristiwa Holocaust menjadi peristiwa yang menjadi komoditas penghasilan sendiri buat Israel. (Meskipun para korbannya tidak hanya dari kalangan Yahudi saja). Terbukti dengan adanya bantuan dana yang diberikan oleh Jerman kepada Israel hingga saat ini terkait hal itu. Tak ada orang yang berani membantah mitos pembantaian ini. Malah untuk menguatkan tragedi ini dibuatlah berbagai macam film untuk membenarkannya. Jika ada yang berani membantah Holocaust maka nasibnya tidak beda jauh dengan Dr David Irving, dkk. Di beberapa Negara Eropa sendiri Holocaust telah menjadi UU. Presiden Iran sendiri, Mahmud Ahmadinejad merasa heran dengan tingkah Eropa terkait mitos Holocaust ini. Menurutnya, Barat, khususnya Jerman harus melepaskan diri dari perasaan bersalah ini. Pernyataan ini disampaikannya pada The Internasional Conference on Review the Holocaust: Global Vision. Presiden Ahmadinejad adalah salah seorang yang mengatakan Holocaust itu mitos. Holocaust sendiri berasal dari ide seorang Profesor Yahudi bernama Karl Ernst Haushofer. Setelah berbagai penelitian yang dilakukannya, maka iapun menggagas ide pemurnian ras Arya tersebut. Penelitian ini disodorkan kepada Hitler. Singkatnya, Hitler pun menyetujui ide bangsa Pagan tersebut. Target utamanya adalah bangsa Yahudi Jerman. Haushofer berhasil memprovokasi penguasa fasis itu untuk mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman agar dapat berbondong-bondong ke bumi Palestina, yang dikenal oleh kaum Yahudi sebagai the promised land. Selain disebabkan oleh sebuah provokasi, Hitler juga mempunyai pengalaman buruk dengan Yahudi sehingga ia bisa sangat membencinya (Eramuslim.com, 04/01/2007). Dalam sebuah bukunya yang berjudul “Fasisme: Ideologi Berdarah Darwinisme,” Harun Yahya menulis sedikit tentang peristiwa Holocaust ini: “…Rencana tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 1939. Dengan sejumlah penyerangan mendadak, pertama-tama Hitler menduduki Polandia, kemudian Denmark, Norwegia, Belgia, Belanda, Prancis, Yugoslavia, Yunani, Afrika Utara dan Uni Soviet. Penduduk negara-negara yang diduduki menjadi korban kekejaman yang mengerikan, terutama mereka yang dikategorikan sebagai “ras rendah” seperti Yahudi, Slavia dan Gipsi. Jutaan orang dikirim ke kamp-kamp untuk dijadikan tenaga budak. Tak lama, kamp-kamp ini kemudian menjadi kamp-kamp pemusnahan, berdasarkan “Final Solution” (Solusi Akhir), yang disesuaikan dengan hasil Konferensi Wannsee yang terkenal, yang dilakukan oleh Hitler dan rekan-rekannya. Kamar-kamar gas yang dirancang khusus untuk membunuh manusia, pertama-tama menggunakan gas karbon monoksida kemudian gas Zyklon B. Dalam pemusnahan yang dilakukan di kamar-kamar gas dan metode-metode lainnya, telah dibunuh dengan brutal 5,5 juta orang Yahudi, 3 juta orang Polandia, hampir 1 juta orang Gipsi, dan ratusan ribu tahanan perang dari berbagai bangsa…” Tak hanya para penolak Holocaust saja yang bernasib sial di negeri Barat, orang yang membenci Yahudi (disebut Antisemit) pun tak kalah sialnya. Sebut saja diantaranya Mel Gibson, Jim Carrey dan Michael Jackson. Gara-gara memusuhi Yahudi, Mel Gibson sering menjadi bahan gunjingan di tabloid-tabloid kuning disana. Jim Carrey, konon, tidak pernah memenangi ajang bergengsi semisal Oscar. Michael Jackson sendiri lain lagi, ia sempat menuduh merosotnya karir bermusiknya disebabkan oleh orang-orang Yahudi yang berada di industri musik AS (Eramuslim.com, 13/08/2007).

Sekilas Tentang Deklarasi Balfour

Sebenarnya, bukan Holocaust saja kisah yang mengantarkan kaum Yahudi diberikan tempat tinggal di Palestina oleh PBB. Ada kisah lain, yakni pada Perang Dunia I, ketika telunjuk Konspirasi Yahudi Internasional mengarah ke Inggris. Saat itu Perdana Menteri (PM) Inggris dijabat oleh Hebert Henry Asquith. Asquith sendiri adalah PM Inggris yang membenci gerakan Zionisme. Untuk itulah Konspirasi mempunyai misi untuk melengserkannya. Maka disusunlah rencana-rencana penggulingan tersebut, dari gosip tentang skandal lalu krisis bahan persenjataan (seperti kimia) sampai menghancurkan moral (demoralisasi) besar-besaran terhadap pejabat Kerajaan. Di sisi lain, tangan-tangan terselubung sedang memainkan perannya dalam menaikkan pamor Winston Churcill, David Lloyd George dan Arthur Balfour. Lewat media massa yang dikuasainya, Konspirasi mulai menyerang pemerintahan Asquith dengan tuduhan yang dibuat-buat. Asquith dituduh punya hubungan lama dengan pemerintahan Jerman pada saat sebelum perang. Tak hanya itu daftar hitam kebejatan moral para pejabatnya mulai disebar. Taktik Revolusi Perancis sedang dijalankan kembali. Singkatnya, pada Desember 1916, Asquith dan kabinetnya mengundurkan diri. Pemerintahan Inggris selanjutnya pun berubah drastis menjadi pengabdi Zionisme. Churcill, Balfour dan Lloyd George menjadi pendukung setia Zionisme. Jadi jangan heran jika Inggris berhasil menyerahkan tanah Palestina kepada teroris Israel. Inggris telah melakukan perjanjian terselubung dengan pemilik modal Yahudi, Rothschild. Teks pernyataan tersebut berbunyi: 1. Pemerintah Kerajaan Inggris menyetujui prinsip mengenai berdirinya sebuah Negara untuk bangsa Yahudi di Palestina. 2. Pemerintahan kerajaan Inggris akan mendukung sepenuhnya dan akan menempuh segala cara dan upaya agar tercapainya tujuan ini, yakni berdirinya sebuah negeri buat bangsa Yahudi. Teks ini sendiri menurut William Guy Carr (1982) adalah teks yang selanjutnya menjadi Deklarasi Balfour. Ketika Inggris memakai jasa pakar kimia, Dr Chaim Weizmann untuk membuat cordite sebagai pemicu peluru pada Perang Dunia II. Saat ditanya bayaran apa yang diinginkan atas jasanya ini, Weizmann menjawab dengan lugas, “Hanya ada satu hal yang saya inginkan: Tanah air buat orang-orang saya.” Ia pun menerima pembayarannya dari pemerintah Inggris. “Sebuah ‘negara’ Israel di tanah Palestina,” tulis Knights Templar Knights of Christ. Lalu, kenapa banyak orang Kristen dan Islam, seperti halnya pemimpin kerajaan Arab bisa mendukung sepenuhnya Zionis Yahudi dan kenapa orang-orang Zionis Yahudi menyebut Palestina sebagai Tanah yang dijanjikan Tuhan? Hal inilah yang akan kami coba-bahas selanjutnya dalam waktu dekat ini. (toni/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s