Taliban Makin Berkuasa di Afghanistan, PENASEHAT OBAMA INGIN MENGIRIM TENTARA AS LEBIH BANYAK

militan1Taliban Afghanistan makin memperluas daerah kekuasaannya. Mereka berhasil menguasai provinsi Nuristan yang diklaim berhasil direbut dari kekuasaan pasukan AS.

Stasiun televisi Al-Jazeera mendapatkan rekaman video eksklusif yang memperlihatkan para pejuang Taliban di distrik Kamdesh. Di wilayah ini, para pemimpin Taliban memiliki orang-orang yang ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan lokal dan membuka kembali sekolah-sekolah. Di bagian lain rekaman video tersebut, para pejuang Taliban terlihat mengacung-acungkan senjata yang nampaknya senjata milik pasukan AS.

Mereka mengatakan, merampas senjata-senjata itu dari dua pos militer di sebelah timur Nuristan, yang ditinggalkan oleh pasukan AS. Namun juru bicara pasukan NATO, Angela Eggman mengatakan pihaknya belum tahu darimana rekaman video itu berasal dan kapan senjata-senjata itu dirampas.

“Sebelum meninggalkan basis mereka, semua unit memastikan benda-benda yang sensitif tidak tertinggal,” kata Eggman

Pernyataan jubir NATO itu berbeda dengan pernyataan kepala polisi provinsi Nuristan, Jenderal Mohammad Qassim Jangulbagh yang mengatakan bahwa tentara-tentara Amerika meninggalkan senjata dan amunisinya di pos tersebut dan sekarang senjata serta amunisi itu berada di tangan para militan Taliban.

Sementara itu Pentagon mengakui telah menutup pos-pos tentaranya di daerah pedalaman dan kebijakan itu bagian dari strategi Komandan pasukan NATO dan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal McChrystal untuk lebih memfokuskan pasukannya di tempat-tempat yang padat penduduk.

Penasehat utama Presiden AS, Barack Obama, ingin merekomendasikan agar mengirim tentara lebih banyak ke Afghanistan. Menteri Pertahanan Robert Gate, Kepala Staf Gabungan Pasukan AS, Laksamana Mike Mulen, dan Menlu Hallary Clinton, membuat proposal, yang akan mengajukan usulan agar Obama mengirim pasukan tambahan sebanyak 30.000 ke Afghanistan.

Namun, Presiden Obama belum mengambil keputusan, berapa jumlah pasukan yang akan dikirim ke Afghanistan. Karena, sampai hari ini Presiden Obama masih menungguh situasi di Afghanistan dan Pakistan, apakah cukup kondisif untuk mendukung penambahan pasukan di wilayah Afghanistan.

Di tengah-tengah rencana AS mengirimkan pasukan tambahan, situasi di Afghanistan dan Pakistan, semakin tidak menentu, karena meningkatnya serangan yang dilakukana kelompok Taliban. Dalam beberapa pekan ini, sejumlah propinsi telah jatuh kembali tangan Taliban. Bahkan, para pekerja PBB, telah meninggalkan wilayah-wilayah Afghanistan, karena sudah tidak aman lagi.

Obama sendiri ragu-ragu mengambil keputusan untuk mengirimkan pasukannya ke Afghanistan. Juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, berbicara kepada wartawan, di Washington, pilihan mengirim pasukan ke Afghanistan masih belum dapat diputuskan, dan beberapa pilihan masih dipertimbangkan, termasuk melakukan latihan tentara dan polisi Afghanistan.

pasukan-as1Tapi, pilihan-pilihan yang paling mungkin sesuai permintaan dari Jendral Mc.Chrystal, yang mengharapkan pasukan tambahan sebanyak 40.000 orang personil. Tapi, sebagian pejabat militer menginginkan hanya tambahan personil militer, sekitar 20.000 sampai 30.000 pasukan. Ro0bert Gate, yang pernah menjadi Menhan di zaman pemerintahan Presiden George Bush, tetap akan menghormati pilihan yang akan diambil Presiden Obama. Penasehat utama lainnya, seperti Wapres Joe Biden, dan Kepala Staf Gedung Putih, Ramh Emanuel ske;ptis atas langkah penambahan pasukan militer ke Afghanistan.

Presiden Obama, juga meragukan terhadap Karzai yang menjadi partner strategisnya dalam memerangi Taliban, karena lemahnya dukungan. Demikian juga, situasi di Pakistan, yang akan menjadi jembatan AS ke Afghanistan menghadapi situasi tidak stabil dan menghadapi ancaman yang serius. Pengiriman pasukan tambahan, sebuah perjudian yang dilakukan AS, dan mempunyai implikasi yang serius bagi masa depan negeri Paman Sam itu. (eramuslim/mugiwara no nakama)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s