THE HISTORY OF BILDERBERG CLUB (Part I)

Pada 1954, pria-pria yang sangat berpengaruh di dunia bertemu pertamakalinya di bawah perlindungan Tahta Kerajaan Belanda dan keluarga Rockefeller di Hotel Bilderberg yang sangat mewah yang berada di kota kecil Oosterbeck. Dalam waktu seminggu penuh mereka berdebat masalah masa depan dunia. Setelah pertemuan ini berakhir mereka memutuskan untuk bertemu setiap awal tahun untuk pertukaran ide-ide mereka dan menganalisa peristiwa-peristiwa  internasional (dunia). Mereka menamakan dirinya Bilderberg Club. Sejak saat itu, mereka selalu mengadakan pertemuan tahunan di sebuah hotel yang sangat mewah di suatu daerah di dunia untuk memutuskan masa depan kemanusiaan.

Lebih dari limapuluh tahun sudah pertemuan yang membawa bersama kekuatan dan uang yang tidak saling mendahului di waktu dan tempat yang sama, tidak ada banyak informasi yang bocor terkait pertemuan debat Bilderberg Club. Bilderberg adalah satu dari organisasi rahasia yang berpengaruh di dunia ini memiliki kantor-kantor di seluruh dunia yang dibangun seluas 18m2, memiliki satu orang staff di setiap kantornya, menggunakan satu jalur telepon dan satu nomor fax. Tidak ada satu pun halaman web dan tidak menggunakan plat nama dari kuningan di pintunya. Tidak membolehkan diliput oleh media massa independen, tidak pernah mengeluarkan pernyataan kesimpulan dari agenda atas setiap pertemuan mereka yang diketahui masyarakat umum. Sungguh, dengan nama Tuhan, mungkinkah daftar keanggotaan organisasi elit Bilderberg berisi orang-orang berpengaruh di seluruh dunia?

Para pemimpin Bilderberg Club membantah jikalau pernyataan bebas dari setiap partisipan di setiap pertemuan dilarang direkam atau diliput oleh media massa. Sebaliknya, mereka (anggota Bilderberg/disebut juga Bilderberger) menolak berkomentar di setiap pernyataan media. Dengan penuh keyakinan, hal ini adalah kebijakan ini disengaja agar Bilderberg Club lebih bebas, sehingga mereka tidak merespon terhadap pernyataan fundamental: “Apa yang dibicarakan oleh orang-orang berpengaruh di dunia dalam pertemuan ini?”

Banyak sistem demokrasi modern yang melindungi hak untuk berbicara, tetapi masyarakat juga memiliki hak untuk tahu apa yang dibicarakan oleh para pemimpin politik ketika bertemu dengan para pemimpin bisnis terkaya yang dihormati di Negara mereka?

Apakah menjamin masyarakat tahu kalau Bilderberg bukanlah pusat pengaruh dari perdagangan manusia dan melobi jika mereka tidak diperbolehkan mengetahui apa yang dibicarakan oleh perwakilan mereka (baca: rakyat,–pent.) di setiap pertemuan rahasia Bilderberg Club? Kenapa Davos Economic Forum dan pertemuan G8 diliput oleh setiap surat kabar, berada di halaman depan, dengan dihadiri oleh ribuan wartawan, seharus ini juga berlaku untuk Bilderberg Club, tidak ada seorang pun yang menutupi pertemuan mereka yang dihadiri setiap tahun oleh Presiden IMF, Bank Dunia, Federal Reserve, para pemimpin perusahaan lebih dari 100 korporasi berpengaruh dunia seperti DaimlerChrysler, Coca Cola, British Petroleum, Chase Manhattan Bank, American Express, Goldman Sachs, Microsoft, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Direktur CIA dan FBI, Sekretaris Jenderal NATO, para senator dan anggota Kongres AS, Perdana Menteri Uni Eropa dan partai-partai oposisi, para redaktur ternama dan CEO pemimpin surat kabar di dunia. Hal ini mengejutkan bahwa tidak ada satu pun saluran media mainstream yang mengingat pertemuan seperti ini, yang kekayaannya jauh melampaui kekayaan masyarakat di AS, menjadi berita buruk jika salah seorang dari partisipan pertemuan Bilderberg Club ini menjadi headline berita di TV. (daniel estulin/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s