KASUS PELARANGAN BERJILBAB KEMBALI MENIMPA MUSLIMAH di INDONESIA

Karyawati BPR Bank Angga Kota Probolinggo dipecat perusahaannya karena mengenakan busana muslimah atau jilbab. Namanya, Tanti Widiastuti (37), warga Jl. Mastrip Probolinggo, bernasib malang gara-gara mengenakan jilbab. Ia diberhentikan dari pekerjaan sebagai karyawati Bank Angga Kota Probolinggo.

Keputusan pemberhentian Tanti resmi dikeluarkan dari tempatnya bekerja pada 1 Desember 2009. Sebagaimana diberitakan laman beritajatim.com, Tanti menjelaskan, Angga Wijaya, Direktur Bank Angga, melarang seluruh karyawati yang bekerja mengenakan jilbab karena sebagian besar saham yang ada di Bank Angga milik warga non-muslim. “Kalau kamu mau menggunakan jilbab, silakan mengundurkan diri,” cerita Tanti, Senin (7/12).

Walau sudah berkerja selama 14 tahun, Tanty yang baru 14 hari mengenakan jilbab dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri. “Saya dipaksa membuat surat pengunduran diri oleh perusahaan,” ujar Tanty.

Setelah mengenakan jilbab pada 23 Nopember 2009 lalu, pimpinan cabang BPR Bank Angga, Dwi Indrawati memanggil Tanty. Di situ, ia diminta Kepala Cabang tersebut untuk menghadap Dirut BPR Bank Angga pada 26 Nopember 2009. Saat itulah, Tanty dipaksa untuk membuat surat pengunduran diri.

Tanty juga menjelaskan soal alasan pihak perusahaan melarangnya mengenakan jilbab. Perusahaan melarangnya mengenakan jilbab karena 90 persen pemegang saham perusahaan tergolong non muslim. “Salah satu alasannya katanya begitu,” ucap Tanty yang mengancam akan melaporkan kasus itu ke MUI Kota Probolinggo.

Sementara itu, MUI Kota Probolinggo bereaksi keras terhadap pelarangan jilbab di tempat kerja yang dialami Tanty. MUI Kota Probolinggo mengutuk keras kasus tersebut. “MUI Kota Probolinggo sangat mengutuk pelarangan ini,” ujar Ketua MUI Kota Probolinggo, KH Romli Baqir saat menerima pengaduan korban, Senin (7/12/2009). Ia menyatakan, kasus yang menimpa Tanti Widyastuti  adalah yang pertama dan masuk kategori pelecehan agama dan hak asasi manusia. “Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus tegas menyikapi hal ini,” katanya.

KH Romli Baqir yang juga tokoh NU itu menjelaskan, secara syar’i memakai jilbab bagi kaum perempuan itu diwajibkan. “Bagi kaum perempuan memakai  jilbab itu diwajibkan. Ini kok malah dilarang,” tandasnya.

Romli juga menyangsikan pernyataan Dirut BPR Angga, Angga Wijaya, yang menyatakan pelarangan berjilbab karena alasan saham terbesar bank dimaksud berasal dari warga nonmuslim.

“Yang menabung (nasabah) di BPR itu kan banyak warga Muslim. Itu pernyataan Pak Angga, jelas tidak logis. Perlu Pak Angga ketahui, dalam syariat Islam, perempuan berjilbab adalah wajib hukumnya. Walikota harus segera diberitahu persoalan ini,” lanjutnya.

Itulah sebabnya, menanggapi persoalan yang dialami oleh Tanty Wijiastuti itu, KH Romli Baqir berjanji akan membahasnya dalam rapat internal MUI. “Ini akan kita bahas nantinya,” tambah dia.

Sayang hingga berita ini diturunkan, Direktur BPR Angga, Angga Wijaya, belum bisa dimintai komentar. Angga Wijaya, terkesan menghindar, saat wartawan mendatangi kantornya, di JL WR Supratman, Kota Probolinggo.

Pelarangan memakai jilbab yang diterapkan BPR Angga Cabang Kota Probolinggo, kepada karyawati Muslim, bisa jadi adalah kasus pertama soal SARA terbesar di Probolinggo. (arrahmah/eramuslim/mugiwara no nakama)

Mugiwara’s Note:

Komentar dari pembaca yang masuk ke meja redaksi berikut ini sekaligus menjadi data terbaru mengenai berita ini:

untuk saat ini sudah ada penjelasan dari salah satu direktur Bank Angga Anis Ichtiarti ,menurutnya pihaknya tidak pernah mengeluarkan larangan berjilbab. Yang ada hanya imbauan..

selengkapnya bisa baca dan lihat disini(plus Video)

http://answering.wordpress.com/2009/12/09/pihak-bank-angga-bantah-larang-karyawannya-berjilbab/

Iklan

One thought on “KASUS PELARANGAN BERJILBAB KEMBALI MENIMPA MUSLIMAH di INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s