FITNAH & CARI SENSASI JADI BALASAN ISTANA UNTUK GEORGE

Sebuah buku berjudul ‘Hanya Fitnah dan Cari Sensasi: George Revisi Buku’ diluncurkan. Buku itu diluncurkan sebagai bentuk kritik atas buku ‘Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Kasus Bank Century’ karangan George Junus Aditjondro.

Buku kritik setebal 31 halaman itu ditulis oleh seorang mantan wartawan Tempo bernama Setiyardi. “Saya tidak bermaksud membuat buku tandingan, ini buku resensi. Saya sebagai pembaca terpanggil untuk menilai buku itu,” kata Setiyardi dalam perbincangan, Rabu, 6 Januari 2010. Setiyardi menuliskan sejumlah kelemahan yang termuat dalam buku George dari sisi metologi penulisan dan konten. Menurutnya, George banyak membuat kesimpulan berdasarkan  data sekunder tanpa melakukan konfirmasi. “Buku ini adalah buku tanggapan, telaah kritis atas buku Gurita Cikeas,” kata si penulis, Setyardi Negara, dalam perbincangan.

Dalam buku ‘Hanya Fitnah dan Cari Sensasi: George Revisi Buku’, Setiyardi tidak melakukan investigasi ulang untuk memperbaiki buku George. Setiyardi hanya memberikan penilaian atas tulisan yang dibukukan oleh George. “Kalau saya ingin buat buku tandingan, saya tidak berkompeten. Saya bukan yang ditulis George,” ujarnya.

Sementara itu, George Junus Aditjondro telah membuat geger banyak pihak terkait karyanya melalui sebuah buku berjudul Membongkar Gurita Cikeas. Tak lama berselang, buku tandingan pun muncul dengan judul Hanya Fitnah & Cari Sensasi, George Revisi Buku karya Setiyardi. Aktivis dari Petisi 28 Harry Rusli Moti menuding, buku tandingan karya Setiyardi itu didanai pihak Istana. Kendati demikian, pihaknya tidak mempersoalkan terbitnya buku tandingan yang mengkritisi karya George tersebut. “Saya tidak punya cukup bukti, tapi saya yakin ini didanai lingkaran Istana. Yang membuat buku ini saya ibaratkan ubur-ubur Cikeas,” tegas Haris saat dimintai tanggapan.

Menurut dia, terbitnya buku Setiyardi menjadi tidak menarik karena hanya mengkritisi penulisan buku yang dilakukan George. “Seharusnya kalau mau membuat buku tandingan jangan mengkritisi karya, tetapi mengungkap lebih dalam fakta sebenarnya,” tandas mantan aktivis PRD tersebut.

Apa yang membuat mantan wartawan Tempo ini tertarik menulis buku tandingan besutan Aditjondro. “Sebagai pembaca saya merasa buku Gurita Cikeas itu menarik dan fenomenal,” kata dia.

Tetapi kemudian, Setyardi yang merasa sebagai ‘junior’ dari Aditjondro melihat, ‘Gurita Cikeas’ itu punya banyak kelemahan. Maka itu, pemilik penerbitan Senopati Media ini tergelitik untuk menulis buku tandingan, tepatnya buku resensi setebal 35 halaman.  “Dua hal kelemahan ada dalam Gurita Cikeas. Dua hal itu bisa saya pertanggungjawabkan,” ujar Setyardi.

Kelemahan pertama dalam Gurita Cikeas menurut dia adalah soal metodologi. Aditjondro dinilai hanya melakukan kliping media massa yang dituangkan dalam bentuk buku. “Kliping-kliping itu tidak pernah diverifikasi yang bersangkutan. Padahal, narasumbernya masih hidup dan bisa dikonfirmasi,” ujar dua. Kelemahan kedua adalah dari sisi konten atau isi.

“Mungkin, tidak semua data dalam Gurita Cikeas itu salah. Tapi, ada banyak hal yang ditulis dalam buku itu keliru,” sindir Setyardi.

Sementara itu, Setiyardi membantah jika karyanya tersebut ada yang mendanai. Setiyardi bersikukuh bahwa apa yang dilakukannya murni bisnis. “Sampai saat ini tidak ada pihak yang mendanai. Saya sih menunggu kalau ada yang membantu, tapi sampai saat ini tidak ada. Saya hanya berbisnis,” kilah Setiyardi dalam wawancara terpisah.

Sementara itu, pihak Istana melalui Juru Bicara kepresidenan Julian Pasha saat berusaha dikonfirmasi berkali-kali, telepon genggam yang bersangkutan tidak menjawab.

Sebagaimana diketahui, sekira pukul 14.00 WIB siang ini buku Hanya Fitnah & Cari Sensasi, George Revisi Buku akan dilaunching di Hotel Cemara, Jakarta Pusat. Sekalipun belum resmi diedarkan, buku tersebut sudah menyedot peminat. Sekira 2.400 buku sudah terpesan. (suara media/mugiwara no nakama)

Iklan

One thought on “FITNAH & CARI SENSASI JADI BALASAN ISTANA UNTUK GEORGE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s