AKIBAT KECAMAN TERUS MELUAS, PANITIA ACARA KONTES WARIA DI ACEH MINTA MAAF

Kontes waria 2010 di Banda Aceh Sabtu malam lalu menimbulkan pro-kontra. Sebelumnya, panitia kontes menyebutkan telah mengantongi izin dari Majelis Permusyawaratan Ulama Banda Aceh. Terkait hal ini, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh merasa dilecehkan dengan ulah kaum waria yang menggelar kontes dengan dalih sudah mendapatkan izin dari lembaga ulama tersebut.

“Mereka harus minta maaf di media massa karena memelesetkan apa yang ada sebab kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apa pun,” kata Ketua MPU Kota Banda Aceh, A Karim Syech.

Karim menjelaskan, pada Kamis (11/2) datang salah seorang perwakilan panitia menyampaikan surat pemberitahuan acara penggalangan dana dan kegiatan sosial oleh Putroe Sejati Aceh (PSA).

Menurut dia, karena tidak ada payung hukum untuk acara tersebut maka hanya dikeluarkan surat arahan mengenai penggelaran acara keramaian yang ditandatangani oleh Sekretaris MPU, Ariadi.

“Dari segi hukum kontes tersebut tidak sah sebab selain bukan ditandatangani oleh ketua maupun wakil ketua MPU juga acara yang digelar tidak sesuai dengan pemberitahuan,” ujarnya.

Langkah lebih lanjut yang akan diambil MPU Kota Banda Aceh selain “mewajibkan” kaum waria untuk meminta maaf juga akan ditempuh jalur hukum karena dinilai telah mencemarkan nama baik lembaga MPU.

Untuk menempuh langkah selanjutnya, pihaknya akan duduk bersama 18 anggota MPU Kota Banda Aceh dalam sidang pleno yang akan digelar dalam waktu dekat.

Wakil Ketua MPU Kota Banda Aceh, Abdullah Atiby menyesalkan pelecehan yang dilakukan oleh kaum waria itu.

“Plesetan yang dilakukan kaum waria ini sudah sangat melecehkan bukan hanya MPU tapi seluruh masyarakat Aceh khususnya Kota Banda Aceh,” kata Abdullah.

Kontes itu juga menurut dia sudah melecehkan syariat Islam yang diterapkan di bumi Serambi Mekah dan menjelekkan seluruh masyarakat Aceh.

Selain mewajibkan meminta maaf, panitia juga diminta untuk membatalkan seluruh keputusan yang dihasilkan dalam kontes yang diikuti 40 waria dari seluruh Aceh tersebut.

Sekretaris Jenderal Himpunan ulama Dayah Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, pelaksanaan kontes waria ini telah menodai pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Seperti diberitakan Kantor Berita Antara, Faisal menyebutkan kontes itu tidak pantas dilakukan karena perbuatan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku menyeluruh di provinsi berjuluk “Serambi Mekah” itu.

“Kontes itu, apapun alasannya jelas bertentangan dengan Syariat Islam dan kita berharap para pihak untuk mempertanggungjawabkan terhadap kegiatan yang bertentangan dengan adat dan budaya serta agama Islam tersebut,” katanya seperti dilansir Antara.

Selain itu, kemarin kecaman terhadap kontes waria itu juga dilontarkan oleh DPRK Banda Aceh dan mahasiswa di Bireuen mengecam kontes yang dinilai melanggar Syariat Islam itu.

Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Tgk Muhibban mendukung kebijakan MPU Banda Aceh yang menuntut lembaga Putroe Sejati Aceh (PSA) meminta maaf melalui media massa cetak dan elektronik. Pasalnya, dalam surat pemberitahuan kepada MPU Banda Aceh, PSA menyebutkan menggelar acara penggalangan dana kegiatan sosial dengan tema ‘Peduli Sosial Budaya Aceh 2010.’ Namun, kenyataannya PSA menggelar kontes pemilihan waria se-Aceh. “Jika PSA tak mau juga meminta maaf, MPU harus lebih tegas dengan melapor kepada polisi. PSA telah melakukan penipuan untuk melecehkan syariat Islam di Banda Aceh,” kata Muhibban kepada Serambi, Selasa (16/2). Sedangkan Wakil Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Al-Mirza juga mengingatkan PSA tidak mengirim waria pada kontes waria nasional.

Sedangkan di Bireuen, selain mengecam kontes waria, para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Kebangsaan Bireuen juga meminta dewan menyusun qanun tentang kegiatan massa dan kontes-kontesan. Ketua Bidang SDM BEM STIE, Zulhaida mengatakan waria dan miss Indonesia tidak perlu memperkenalkan Aceh ke dunia internasional melalui kegiatan yang melanggar hukum Islam. “Aceh sudah dikenal dengan syariat Islam, jadi tidak perlu lagi mempopulerkan Aceh dengan kontes-kontesan yang melanggar Syariat Islam, termasuk kontes waria,” kata Zulhaida, didampingi Ketua BEM STMIK Bireuen, Suheri.

Sementara itu, Ketua Panitia, Jimmy Saputra mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat permintaan maaf kepada MPU Kota Banda Aceh, Poltabes Banda Aceh dan media, Selasa (16/2) siang. Permintaan maaf itu terkait dengan berbagai protes yang muncul setelah acara pemilihan duta sosial budaya Aceh 2010 yang diikuti oleh waria dari kabupaten/kota di Aceh. Bahkan Jimmy mengaku pihaknya tak menyebutkan adanya acara pemilihan dalam surat pemberitahuan kepada MPU.

“Kami tak ada rencana untuk membuat acara pemilihan itu. Acara pemilihan itu muncul belakangan dari usulan kawan-kawan waria yang semuanya dari salon. Karena banyak yang mengusulkan, makanya kami sepakat membuat pemilihan itu. Makanya kami minta maaf kalau masyarakat menilai acara kami itu salah,” ujar Jimmy saat dimintai pendapatnya oleh Serambi, tadi malam.

Seperti diberitakan acehkita.com sebelumnya, Angga alias Zifana Lestisia (19 tahun), asal kota Lhokseumawe, terpilih sebagai Duta Sosial dan Budaya Aceh 2010. Kontes kecantikan ala Miss Universe ini diikuti 40 waria dari seluruh Aceh.

“Kita ingin membuktikan kaum waria juga bisa melakukan kegiatan yang positif. Untuk menggelar acara ini kita juga mendapatkan izin dari MPU Kota Banda Aceh,” ungkap Jimmy, ketua panitia.

Masyarakat dan ulama mengingatkan pemerintah dan instansi terkait agar berhati-hati dalam memberikan izin bagi pelaksanaan sebuah `event` di “negeri” bersyariat, sebagai upaya menjaga stabilitas ketertiban di provinsi tersebut.(antara/aceh kita/serambi news/mugiwara no nakama)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s