SUBHANALLAH, PERUBAHAN ALAM HALANGI PEMBANGUNAN TEMBOK MESIR

Tim yang membangun tembok baja Mesir di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza pada hari Senin menegaskan bahwa batuan sedimen yang disebabkan oleh hujan deras dan banjir di kawasan itu beberapa minggu lalu telah menghambat kerja pembangunan tembok. 

“Sedimen ini telah mengubah kondisi alam dan geologi tanah di mana kami bekerja dan membuat kami sulit meneruskan pembangunan di area tersebut yang kami yakini penuh dengan terowongan yang digunakan oleh warga Palestina untuk menyalurkan makanan ke Gaza,” ujar salah satu insinyur konsultan proyek.

“Manajemen proyek telah memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan tembok akibat hujan deras dan banjir yang menyapu area tersebut beberapa minggu lalu, namun ketika kami memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan kami terkejut dengan adanya sedimen-sedimen keras yang menyulitkan kami untuk menembus lebih dari empat meter,” ujar sang konsultan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Mesir memutuskan untuk membentuk sebuah tim yang terdiri atas geolog Mesir dan asing untuk memeriksa masalahnya dan menemukan solusi sebelum mereka melanjutkan pembangunan.

Orang-orang Palestina mengatakan bahwa tembok itu setelah selesai dibangun akan  mencekik Jalur Gaza di mana lebih dari 1.5 juta penduduk Palestina tinggal setelah Israel memblokade semua penyeberangan ke Gaza dari utara dan timur sementara Mesir menutup penyeberangan Rafah dari selatan.

Dalam konteks yang sama, puluhan aktivis dan anggota sindikat Mesir mengorganisir unjuk rasa di depan sindikat jurnalis untuk memprotes blokade Gaza dan pembangunan tembok baja.

Para aktivis memegang plakat yang menuntut penghentian secepatnya pembangunan tembok, dan mendesak otoritas Mesir untuk melepaskan Majdi  Hussein, jurnalis Mesir yang ditahan dengan masa tahanan dua tahun karena masuk ke Jalur Gaza melalui terowongan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Gaza.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang mendesak otoritas Mesir untuk berhenti mengekspor gas ke Israel dan memprioritaskan rakyat Mesir untuk gas itu. Antrian panjang warga Mesir terlihat untuk membeli satu silinder gas untuk memasak.

Abdul Aziz Al Husseini, salah seorang pengunjuk rasa, mengatakan bahwa sebagian besar jajak pendapat yang digelar di sekitar tembok baja menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Mesir menentang pembangunan tembok itu. “Jadi, kepentingan siapa yang diajukan oleh pemerintah Mesir dengan membangun tembok itu?”

Presiden Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Dr. Yusuf al-Qaradawi, mengatakan bahwa tembok perbatasan yang dibangun oleh Mesir di perbatasan Gaza dan Israel merupakan sebuah tindakan yang terlarang dalam Islam. Ia juga menyerukan kepada segenap rekan Mesir untuk menekan negeri piramida tersebut untuk menghentikan kejahatan yang dilakukannya. Ia menyerukan kepada Mesir untuk tidak melakukan hal-hal yang menentang bangsa Palestina.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Sheikh Qaradawi pada akhir Desember lalu dan menjadi puncak dari sejumlah fatwa yang dikeluarkan oleh sejumlah sarjana Al-Azhar beberapa hari yang lalu yang intinya menolak pembangunan tembok tersebut.

“Pembangunan tembok besi oleh Mesir di perbatasan Gaza dan Isral beberapa hari ini merupakan sebuah tindakan yang terlarang dalam Islam, hal itu bertujuan untuk menyumbat seluruh jalan yang ada di Gaza, meningkatkan blokade dan membuat rakyat Palestina kelaparan dan menekan mereka agar berlutut dan menyerah kepada keinginan Israel.

Al-Qaradawi, membela keberadaan terowongan Gaza, ia mengatakan bahwa terowongan-terowongan tersebut merupakan sebuah jalur alternatif untuk melintasi perbatasan Rafah yang ditutup oleh Mesir.

“Rakyat Gaza memanfaatkan terowongan-terowongan itu untuk mencari alternatif lain melintasi perbatsan Rafah yang ditutup oleh Mesir.”

(Nabi) tidak pernah mengatakan: ‘Kurunglah saudaramu, saudaramu tengah kelaparan, tekan dia demi musuhmu.”

“Mesir harus membuka perbatasan Rafah demi warga Gaza. (Perbatasan itu) adalah kehidupan mereka, tidak mencekik rakyat Gaza merupakan hal yang dianjurkan dalam agama, dan merupakan kewajiban di mata hukum. Mesir tidak boleh ambil bagian dalam pembunuhan.”

Al-Qaradawi menyerukan kepada seluruh negara rekan Mesir untuk menekan Mesir agar menghentikan tindakannya. Ia juga menyerukan kepada Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam untuk turun tangan dan menghentikan tragedi tersebut. (suara media)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s