TSUNAMI: BENCANA ALAM ATAU REKAYASA PADA ALAM? (Bagian II)

Isu tsunami adalah rekayasa pertamakali dilontarkan oleh ahli demolisi asal Australia bernama Joe Viall yang meninggal secara misterius. “Untuk membuat semua ketidak beresan menjadi masuk akal, kita harus memulainya dari permulaan sekali , dan kemudian mengikuti arah kejadian-kejadiannya sebagaimana yang mereka ungkapkan, terutama sekali kejadian-kejadian disekitar daerah sekeliling pusat gempa bumi Tsunami yang sebenarnya, karena episenter yang disampaikan dengan tanpa belas kasihan oleh the New York Times dan CNN, sangat berbeda dari lokasi sebenarnya,” begitu kata Viall seperti dikutip dari blog Baca Tanda.

Ia melanjutkan, “Pada tengah hari waktu Australia, Saya mencatat dengan sebenarnya yang terjadi mengenai magnitude dan posisi yang dicatat oleh Kantor Pencatatan Gempa (BMKG, edt.) Jakarta, Indonesia. Sebuah gempa bumi berukuran 6.4 skala Richter telah menghantam wilayah utara Indonesia, yaitu Pulau Sumatera. Kantor Pencatatan Gempa Jakarta dengan teliti mencatat pusat gempa bumi yang terjadi pada waktu itu yang lokasinya pada 155 mil di selatan barat daya Provinsi Aceh. Posisinya kira-kira berada 250 mil selatan pada posisi yang kemudian dipilih oleh the American NOAA, yang memetakan pusat gempa di barat laut Aceh, dan yang pada mulanya diklaim terbaca sebesar 8.0. Richter. Celakanya,  walaupun kekuatan gempa tersebut tidak cukup untuk menutupi kerusakan yang diakibatkan kejadian yang luar biasa, jadi NOAA secara terus-menerus memperbaharui membacanya menjadi 8.5, kemudian menjadi 8.9, dan akhirnya 9.0 – setidaknya untuk waktu itu.”

Viall mengakui kalau data gempa yang dicatat oleh seismograf milik BMKG Indonesia dan India lebih bisa dipercaya ketimbang data dari seismograf milik NOOA (BMKG Amerika Serikat). Menurutnya data ukuran dan titik gempa yang tercatat oleh seismograf pastilah sama, apakah itu milik AS, Indonesia maupun India. Kecuali jika kita menambahkan beberapa titik lain, maka tentu saja hasil yang di dapat akan berbeda.

Rumor terkait tsunami di Aceh dan Asia Tenggara pada 24 Desember 2004 lalu yang disebabkan oleh nuklir, juga diberitakan oleh media massa di Jazirah Arab. National Bussines Review melaporkan jika hal ini diberitakan pertamakali oleh media massa Arab yang kemudian dikutip oleh media massa milik Israel. “kedua media cetak milik Israel, Jerussalem Post dan Arutz Sheva melaporkan bahwa sebuah media terkemuka di Mesir, mengklaim bahwa suhu nuklir India yang sedang berlomba terkait pengembangan nuklir yang bersaing dengan Pakistan, terlambat diterima oleh AS dan Israel, yang telah berpengalaman terkait hal ini.

Koran tersebut mengklaim, selama melaporkan, India telah berhasil melakukan percobaan terkait teknologi ini dan teknologi nuklir lainnya, dalam bagian dari lautan India yang disebut “Sabuk Api” yang adalah pusat episenter gempa. Dan Pemerintah India sendiri mengakui kalau gempa yang telah terjadi itu bukanlah “gempa yang biasa.” Dan ini terkait dengan penolakan India untuk bergabung dalam rencana eksklusif ‘club of four’ George Bush pada tanggal 27 Desember, yang akan secara efektif menarik kekuatan nuklir Asia ini keluar dari koalisi barunya dengan Rusia, Cina dan Brazil. Dan terkait hal ini, pada tanggal 28 Desember, Pemerintah India dengan sopannya memperingatkan militer Amerika untuk tetap tidak memasuki wilayah kedaulatannya, dan pada tanggal 29 Desember editorial India Daily secara umum mempertanyakan sifat dasar kejadian tersebut:

Apakah ini sebuah pameran kekuatan oleh sebuah negara untuk memperlihatkan malapetaka apa yang biasa diciptakan di wilayah ini? …Dengan tingkat kerusakan yang ada dan sebagai fakta bahwa India merupakan kekuatan regional di Asia Tenggara, Angkatan Laut India bertanggungjawab untuk melakukan penyelidikan dan memberitahukan hasilnya ke seluruh dunia, apa yang telah mereka temukan.” (baca tanda/conspiracy planet/mugiwara no nakama/bersambung)

3 thoughts on “TSUNAMI: BENCANA ALAM ATAU REKAYASA PADA ALAM? (Bagian II)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s