TSUNAMI: BENCANA ALAM ATAU REKAYASA PADA ALAM? (Bagian IV-Terakhir)

Dari catatan-catatan yang kami peroleh dari situs blog Baca Tanda menyebutkan jika tsunami sempat terjadi beberapa tahun sekali bukan seratus atau ribuan tahun seperti yang telah diteliti oleh ilmuwan dunia. Meskipun begitu, kami juga tidak akan membantah jika ternyata ke depan tesis kami ini salah. Toh, kita masih harus terus menelitinya. Bukan begitu?

Lokasi Gempa dan Tsunami Asia Tenggara

Dari salah satu blog konspirasi di atas, kami mendapatkan data terkait isu tsunami yang disebabkan oleh nuklir ini. Berikut salinannya.

Ujicoba Nuklir di Alaska pada 1 April 1946

Setelah Perang Dunia II Alaska ditunjuk sebagai tempat melakukan ujicoba nuklir atau bom H. Lokasinya di pilih karena letak geografisnya yang cukup jauh dengan dataran Amerika sehingga efek ledakan ujicoba nuklir tidak akan terasa ke pulau tersebut. Namun yang merasakannya adalah Siberia. Selain itu, lokasi Alaska dekat dengan Rusia. Saat itu, kordinator lapangan yang ditunjuk adalah Dr Edward Teller, yang juga dijuluki sebagai “Bapak Bom H.”

Dr. Edward Teller, tengah (1908-2003), dijuluki sebagai “bapak bom-H” sering melakukan kunjungan ke Alaska . Dengan kedok penggunaan nuklir untuk tujuan damai ia melakukan uji-coba beberapa bom-H di Alaska dengan nama sandi Project Chariot

Saat itu media massa yang dikuasai Pentagon mengatakan bahwa efek ledakan dari bom ini adalah sebuah kejadian tsunami. Selain itu, alat picu ledak yang digunakan mirip dengan yang digunakan pada peristiwa Hiroshima.

Ujicoba Nuklir di Lepas Pantai Rusia pada 1952

Menurut “para ahli,” Rusia tidak pernah melakukan ujicoba nuklir sampai dengan tahun 1955. Ada yang menuduh kalau Pentagon lah biang keladinya. Selain itu, situasi Perang Korea sedang memburuk bagi Jenderal McArthur. Situs Pusat Informasi Tsunami Internasional melaporkan dengan jelas, efek tsunami yang diakibatkan oleh ujicoba nuklir ini.

“Pada tanggal 4 Nopember 1952, sebuah gempa kuat (berkekuatan 8.2) di lepas pantai Semenanjung Kamchatka mendorong terjadinya kerusakan Tsunami Pasifik yang luas. Gelombang Tsunami menerjang Semenanjung Kamchatka, Kepulauan Kuril dan wilayah Timur Jauh Rusia lainnya, menyebabkan kerusakan yang parah dan kematian. Tsunami secara luas diobservasu dan dicatat di Jepang, tetapi tidak terjadi kerusakan maupun kematian. Terdapat kerusakan yang cukup berarti di Kepulauan Hawai dan beberapa kerusakan di Peru dan Chili. Tsunami juga dicatat atau diobservasi di seluruh kepulauan Pasifik. Di Selandia Baru gelombang laut naik setinggi 1 meter. Di Alaska, di Kepulauan Aleutian dan di California gelombang air laut mencapai 1,4 meter yang juga di catat atau diobservasi. Sejauh ini, gelombang air laut terbesar diluar daerah asal Tsunami diobservasi di Kepulauan Hawaii. Beruntung tidak ada manusia yang menjadi korban di Hawai dari terjangan Tsunami, namun kerusakannya parah, diperkirakan kerugian materi berkisar antara US$ 800.000 – US$ 1.000.000 (nilai dolar tahun 1952). Tsunami juga menyebabkan kerusakan di Pulau Midway. Dibeberapa tempat di rangkaian kepulauan Hawai, gelombang pasang air laut merusakkan perahu dan dermaga, memutuskan hubungan telepon, dan menyebabkan erosi pantai yang parah. Di beberapa lokasi, gelombang Tsunami merusak di beberapa lokasi tertentu namun hampir tidak ada catatan. Di pantai sebelah utara Oahu gelombang pasang yang tergadi mencapai ketinggian sampai dengan 4.5 meter. Di pantai sebelah selatan di pulau tersebut, Tsunami cukup kuat menghanyutkan kapal barang bermuatan semen di Pelabuhan Honolulu..” (Intl. Tsunami Info. Center).

Ujicoba Nuklir di Alaska pada 1957

Pentagon meledakkan sebuah Thermonuklir A Big One pada tahun ini. Di duga hal ini terkait Operasi Dropshot pada tahun berikutnya ke Rusia. “Pada tanggal 9 Maret 1957, sebuah gempa berkekuatan 8.3 di selatan Kepulauan Andreanof, di Kepulauan Aleutean, Alaska – di wilayah yang umumnya sama dengan yang terjadi pada tanggal 1 April 1946 – mendorong sebuah Tsunami Pasifik yang luas. Meskipun tidak ada manusia yang menjadi korban, Tsunami menghancurkan harta benda di Kepulauan Hawaii yang kerusakannya ditaksir berjumlah kira-kira US$ 5 Juta (nilai dolar tahun 1957). Gelombang air laut terutama tinggi di pantai sebelah utara di pulau Kauai yang mencapai ketinggian 16 meter, membanjiri jalan raya dan menghancurkan rumah-rumah dan menghanyutkan jembatan. Tsunami ini merupakan dua kali lipat daripada Tsunami yang terjadi pada tahun 1946. Di Hilo, Hawaii, Tsunami menerjang dengan ketinggian 3.9 meter dan merusakkan beberapa bangunan di sepanjang pantai. Di dalam Teluk Hilo, Pulau Coconut tertutup air setebal 1 meter termasuk jembatan yang menghubungkan ke pantai, sebagaimana pada tahun 1952, saat ini pun hancur lagi.”

Ujicoba Nuklir di Pantai Chili pada 1960

Berikut laporan dari Pusat Informasi Tsunami Internasional terkait efek dari ledakan nuklir ini. “Gempa bumi terbesar” (berkekuatan 9.5) abad ke-20 terjadi pada tanggal 22 Mei 1960 di pantai Chili dan di sepanjang Laut Pasifik. Tsunami diperkirakan membunuh 2.300 orang di Chili. Terjadi kematian yang luar biasa dan kehilangan harta benda di Kepulauan Hawaii, di Jepang dan disekitar wilayah Pasifik. Gelombang menghancurkan Hilo, Hawaii, menghancurkan pantai dan membunuh 61 orang. Kerugian diakibatkan kerusakan diperkirakan seluruhnya berjumlah lebih dari US$ 500 juta (nilai dolar tahun 1960).”

Pada saat kejadian itu, Pentagon tidak sedang dalam posisi berperang dengan Chili. Tapi saat itu terdengar kabar jika pemerintah Chili mengancam akan mengusir orang-orang Rockefeller yang mengontrol perusahaan-perusahaan minyak di negeri itu.

Ujicoba bom Hidrogen di Alaska pada 1964

Saat terjadi peristiwa “gempa” ini, Presiden AS, John F Kennedy sudah mengesahkan Peraturan Pelarangan Percobaan Nuklir baik di darat, di udara maupun di bawah permukaan laut. “Gempa bumi terbesar pada abad ke -20 terjadi di belahan bumi bagian utara, dengan kekuatan 8,4 dan wilayah yang terkena di Alaska hampir sepanjang 1600 km dan lebih dari 300 km luasnya – memanjang dari Valdez sampai ke Kepulauan Trinity, sebelah barat daya Pulau Kodiak di Teluk Alaska. Gempa bumi ini menyebabkan tanah di wilayah tertentu terangkat setinggi 15 meter (50 kaki), sementara banyak di wilayah lain tanah permukaannya amblas sangat dalam. Sebagai tambahan pendorong tsunami lokal di daerah Prince William Sound, kerak bergeser secara vertikal rata-rata 18 meter (6 kaki) di atas wilayah yang luasnya kira-kira 300.000 km persegi (115.000 mil persegi) memanjang dari Teluk Alaska celah kontinental, mendorong sebuah Tsunami Pasifik yang melebar. Gelombangnya sangat merusak di wilayah tenggara Alaska, di Pulau Vancouver (British Columbia), dan di negara bagian Washington, California dan Hawaii, Amerika Serikat. Tsunami membunuh lebih dari 120 orang dan menyebabkan kerusakan yang kerugiannya ditaksir sejumlah US$ 106 juta, membuatnya termahal yang pernah terjadi yang menghantam wilayah Barat Amerila Serikat dan Kanada. Lima dari tujuh komunitas Alaska terbesar rusak binasa sebagai akibat kombinasi gempa bumi dan gelombang Tsunami. Industri perikanan Alaska dan sebagian besar fasilitas pelabuhannya rusak berat. Gelombang Tsunami di Pulau Koduak menghanyutkan sejumlah 156 rumah dan bangunan lainnya dua blok ke tepi pantai. Perahu-perahu penangkap ikan terseret ratusan meter dari daratan. Gelombang Tsunami tahun 1964 juga menyebabkan kerusakan besar di Pulau Vancouver (British Columbia), dan di negara bagian Washington, California dan Hawaii, Amerika Serikat. Gelombang merusak keseluruhan pantai California, tetapi menerjang lebih tinggi di kota Crescent sampai ke Monterey berkisar antara 21-63 meter (7-21 kaki). Yang paling keras dihantam adalah kota Crescent, California, dimana gelombang mencapai setinggi 6 meter (20-21 kaki) menghancurkan setengah dari distrik bisnis pantai. Sebelas orang meninggal di sana. Di Santa Cruz Harbor, gelombang Tsunami mencapai setinggi 33 meter (11 kaki) menyebabkan beberapa keruskan. Terdapat kerusakan yang besar di Teluk San Francisco, pelabuhan wisata di Marin County dan Noyo, pelabuhan-pelabuhan di Los Angeles dan Long Beach. Kerugian di California diperkirakan mencapai jumlah US$ 7.414.000.

Bagi yang ingin mengetahui lebih jelas terkait “gempa bumi-gempa bumi” ini, silahkan membaca artikel berjudul “Nuklir Tsunami: Senjata Konspirasi Pemusnah Massal” di Baca Tanda.

Barulah kemudian bertahun-tahun kemudian gempa bumi terjadi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Aceh (Indonesia). Kenapa kami mengaitkannya dengan isu ujicoba nuklir? Karena banyaknya laporan dari media yang mengatakan jika banyak korban-korban tsunami yang ditemukan hangus terbakar dan hal ini diakui pula oleh tim medis-tim medis di lapangan. Selain itu, terdamparnya sampah-sampah nuklir di pantai Somalia, seperti dilaporkan oleh  United Nation Enviroment Program pada 23 Februari 2005.

Di tambah lagi, hal ini diperkuat oleh laporan Koordinator pada United Nations Emergency Relief, Jack Egeland yang mengatakan bahwa tsunami di Asia Tenggara itu disebabkan oleh ledakan yang dipicu oleh uji coba nuklir yang dilakukan oleh India. Media-media di Jazirah Arab juga sempat melaporkan jika telah terjadi ujicoba nuklir di bawah laut oleh militer India. Dan, seperti tulis Rizki Ridyasmara, hal ini juga diakui sendiri oleh pihak militer India.

J-Post sendiri sempat melaporkan, “Meskipun Al-Osboa mengatakan tidak biasa jika barangkali tsunami (Asia Tengggara dan Aceh, RED.) terjadi disebabkan oleh gempa bumi seperti yang diduga seperti itu. Namun, disini telah terjadi penelitian nuklir secara rahasia antara India dan Israel (termasuk pada 26 Desember) yang menyebabkan gempa bumi, meskipun tidak ada sebuah laporan yang dapat membuktikannya.”

Selain itu, Dzikron AM di dalam bukunya, “Tragedi Tsunami di Aceh, Bencana Alam atu Rekayasa” (MT & P; 2009), menganalisa bahwa fenomena ini sangat bertolak belakang dengan sifat dasar gelombang air laut yang dalam kecepatan tertinggi pun, gelombang air laut tidak akan menciptakan gelombang panas. Hal ini terjadi, karena gelombang air laut tidak akan membawa efek gesekan yang berarti.

Sedangkan jika karena efek ledakan thermonuklir hal ini beralasan, karena dari sebuah teori juga disebutkan, kalau efek panas bom ini akan tetap terjaga selama puluhan menit dengan suhu mencapai 300.000 derajat celcius.

Kecurigaan lainnya, seperti yang kami ketengahkan di bagian kedua tulisan ini ada perbedaan mendasar terkait letak episentrum (pusat gempa) di permukaan bumi. Majalah Intelijen sendiri mengatakan jika India tidak menemukan peringatan dini di Seismograf mereka. Padahal, lanjut majalah tersebut, setiap gempa selalu dipicu oleh frekuensi elektromagnetik pada 0,5 atau 12 Hertz. Yang anehnya lagi, di Aceh sebelum tsunami dan gempa melanda tidak ditemukannya gelombang kejut yang normal terjadi mendahului gempa.

Bom Thermonuklir

Lantas, dengan data-data yang ada ini, benarkah ini gempa dan tsunami yang terjadi dikarenakan oleh ujicoba thermonuklir atau bom hidrogen (Bom H) di bawah permukaan laut? Atau, semuanya ini memang benar ujian dari Allah SWT terhadap kita semua, utamanya umat Islam, melalui perantaan tangan militer India? Wallahu a’lam bisshawab. Hanya Allah SWT sajalah yang tahu misteri di balik semua ini. Namun, kita juga tidak salah juga untuk sedikit mencari tahu sekaligus meneliti hal ini, karena otak dan pikiran manusia diciptakan bukankah untuk hal ini? Yaitu berpikir sembari meneliti. (conspiracy planet/baca tanda/intelijen/mugiwara no nakama/tamat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s