MENENGOK KOTA ASTANA di KAZAKHSTAN, MELIHAT AGENDA THE NEW WORLD ORDER (Bagian I: PIRAMID PERDAMAIAN)

PENGANTAR

Astana adalah gedung pertama yang dibangun pada abad duapuluh satu ini dan tentusaja mewakili dimana dunia berada. Hal ini adalah ide masa depan dari Nursulan Nazarbayev, Presiden Kazakhstan. Berdasarkan dari anggaran yang milyaran, kota ini dibangun mulai dari nol yaitu daerah terpencil dan wilayah yang berpadang pasir di kawasan Asia. Hasilnya mengherankan: sebuah kota sihir masa depan, merangkul Tatanan Dunia Baru yang merayakan (sebuah perayaan) agama yang sangat kuno disebut untuk Penyembahan terhadap Matahari. Kota ini masih berupa situs konstruksi yang luas, tetapi gedung-gedungnya telah selesai (lengkap) setelah jumlah visi gaib Nazarbayev ditambahkan.

Catatan NMJ: Karena tulisan ini terlalu panjang, maka, artikel ini akan kami bahas bagian perbagian. Di bagian pertama ini kita akan membahas tentang bangunan berbentuk piramid, yang juga disebut Piramida Perdamaian yang berada di kota ini. Berikut laporannya:

PIRAMID PERDAMAIAN

Piramida Perdamaian disusun oleh seorang arsitek kaya dari Inggris bernama Lord Norman Forster, piramid raksasa ini adalah kehadiran yang aneh dalam kawasan Asia Tengah. Gedung ini didedikasikan untuk “penolakan kepada kekerasan” dan “untuk bersama membawa agama-agama di dunia.” Norman Foster pernah mengatakan bahwa gedung ini bukanlah simbol dari agama yang tidak dikenal yang mengizinkan pengakuan terhadap kerukunan yang menyatukan kembali. Dalam realitasnya (kehidupan nyata), piramid adalah sebuah kuil dari agama okultis yang adalah agama SEBENARNYA yang menyembah matahari. Melakukan perjalanan ke dalam gedung ini adalah sebuah hal yang bersifat simbolik.

Bentuk Piramidal

Calon anggota menerima bentuk piramid sebagai sebuah simbol yang ideal antara doktrin rahasia dan institusi ini yang didirikan untuk penyebarannya.” (Manly P Hall, Secret Teaching of All Ages).

Sesuai dengan pernyataan peneliti okultisme Manly P Hall, piramid adalah simbol utama yang mewakili misteri dari masyarakat kuno. Keluhuran dalam kesederhanaan, memiliki sifat ketuhanan dalam proporsi-proporsi mereka, mereka mewujudkan antara pengetahuan yang bersifat ketuhanan yang dimiliki lewat diterangi (illuminated) dan kebingungan dari masyarakat.

Elit (sebutan untuk Konspirasi Internasional, RED.) saat ini, calon dari ilmu gaib, adalah ahli waris dari kebijaksanaan kuno dan menggunakan piramida sebagai sebuah simbol dari kekuatan di dalam dunia modern. Penerangan/mengadakan/merindukan adalah puncak yang mewakili prinsip ketuhanan di dalam seluruh kehidupan manusia. Simbolisasi lainnya berarti atribut untuk merindukan puncak alam yang belum berakhir dari Tatanan Dunia Baru. Hal ini dikatakan sebagai puncak dari The Great Pyramid yang akan mengembalikan kembali ketika proyek dari Tatanan Dunia lama ini akan menjadi kenyataan. Ini adalah beberapa piramid yang muncul di berbagai lintas dunia, yang mewakili para elit yang telah menguasai masyarakat di dunia.

Memphis Arena

Luxor Hotel, Las Vegas

Raffles Hotel, Dubai

Opera House

Ketika memasuki piramid di tingkat bawah, interiornya terlihat gelap dan luas. Ini adalah basement dari Astana Opera House, dimana masyarakat tidak merasa sedang mendapatkan hiburan. Meskipun gelap, sebuah gambar matahari yang besar menempati hampir seluruh langit-langit Opera House.

Ruang Tengah

Di atas Opera House adalah ruang sentral (pusat) dari piramid. Ruang ini sering dipakai sebagai ruang pertemuan dari konferensi pertemuan kembali para pemimpin agama yang ada di seluruh dunia. Di ruangan ini juga banyak ditemukan simbol-simbol okultisme. Seperti telihat di gambar atas, para pemuka agama dari seluruh dunia duduk mengelilingi sebuah figur besar berbentuk matahari, lalu mendiskusikan bagaimana cara untuk menyatukan setiap perbedaan mereka untuk menyambut Era Baru (Tatanan Dunia Baru?, RED.). simbol-simbol di ruang ini sangat mencolok mata: semua agama disini dengan mudah melakukan pengembangan dari obyek asli penyembahan: (kepada) matahari.

Ruangan ini lebih bercahaya dari Opera House, mewakili progress terhadap pencahayaan. Image matahari berada di tengah-tengah dari meja yang melingkar, yakni tepat di atas seperti di ruangan Opera House. Jadi populasi umum telah dihibur dalam gelapnya dunia, lalu diberi cahaya, duduk di atas mereka, yaitu merenungi bagaimana cara mencapai kesalehan.

Merenungi Kesalehan

Jika pembaca membaca situs dimana artikel ini dikutip (Vigilantcitizen.com), pembaca pasti akan mengerti bahwa Tatanan Dunia Baru (New World Order) itu benar-benar adanya. Satu dari mereka telah mengganti dari semua agama yang kemudian membentuk agama baru, Neo-Paganisme. Inilah maksud dari diadakannya pertemuan ini. Kota Astana benar-benar telah menjadi kotanya Tatanan Dunia Baru.

Apex (Puncak)

Apex secara harfiah berarti surga. Seluruhnya, khususnya jendelanya dan kamar mandinya dalam gemerlap cahaya matahari. Gambar burung merpati yang tertempeli di jendela, merepresentasikan (mewakili) perdamaian, dimana akan menghasilkan penggabungan pemerintahan-pemerintahan di dunia dan agama-agama dalam Tatanan Dunia Baru. Apex tentusaja mewakili prestasi dari Illuminati, baik secara individu maupun tingkatan dunia.

Lihat lah langit-langit dari apex:

Cahaya dewata yang berkilauan di atas cahaya yang bersinar. Cantiknya.

Bagian-bagian divisi piramid ini (agak terang daripada Opera House, ruang tengah yang dijadikan tempat konferensi dan godly apex) perwujudan dari visionnya Pythagoras terhadap dunia. Ajaran Phytagoras ini saat ini dipelajari dengan seksama oleh setiap organisasi rahasia.

“Pythagoras divided the universe into three parts, which he called the Supreme World, the Superior World, and the Inferior World. The highest, or Supreme World, was a subtle, interpenetrative spiritual essence pervading all things and therefore the true plane of the Supreme Deity itself, the Deity being in every sense omnipresent, omniactive, omnipotent, and omniscient. Both of the lower worlds existed within the nature of this supreme sphere.

The Superior World was the home of the immortals. It was also the dwelling place of the archetypes, or the seals; their natures in no manner partook of the material of earthiness, but they, casting their shadows upon the deep (the Inferior World), were cognizable only through their shadow. The third, or Inferior World, was the home of those creatures who partook of material substance or were engaged in labor with or upon material substance. Hence, this sphere was the home of (…) mankind and the lower kingdoms, those temporarily of the earth but capable of rising above that sphere by reason and philosophy.” (Manly P Hall, Secret Teaching of All Ages).

Tiga seksi Piramida

Dengan kata lain, piramida ini lebih dari menjadi sebuah atraksi bagi turis, maksudnya sebuah representasi dari filosofi dari setiap inisiasi. Dan Cruikshanks dalam dokumenternya cukup jelas menggambarkan tentang hal ini, “representasi dari kekuatan yang akan datang.” (vigilant citizen/mugiwara no nakama/bersambung)


Iklan

One thought on “MENENGOK KOTA ASTANA di KAZAKHSTAN, MELIHAT AGENDA THE NEW WORLD ORDER (Bagian I: PIRAMID PERDAMAIAN)

  1. pembahasannya sangat bagus.. saya juga sedang mendalami kejadian-kejadian yang berhubungan dengan konspirasi global.. banyak sekali gedung-gedung yang miip pyramid sudah dan akan dibangun, di prancis, kuwait, dubai, meksiko..termasuk dinegara kita yaitu di ragunan.. malah saya pernah menemukan bangunan yang mirip dengan struktur fremason di iran.. ,.. saya sangat mengharapkan tulisan anda selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s