The Power of Israel in United States, Satu Lagi Buku yang Mengungkap Fakta dan Data Lobi Israel di Pemerintahan Amerika Serikat

Oleh Mugiwara No Nakama

Menarik membaca buku hasil penelitian seorang Profesor dari Amerika Serikat (AS) soal pengaruh lobi Zionis di pemerintahannya sendiri. Ia adalah James Petras seorang Profesor Emeritus Binghamton University yang secara berani mengungkapkan peran lobi Zionis di rumahnya sendiri. Buku yang di Indonesia berjudul “ The Power of Israel in USA: Zionis Mencengkram Amerika & Dunia” ini mengungkapkan secara gamblang, “pengambilalihan” kekuasaan oleh para antek Yahudi dan para keturunan Yahudi sendiri di Pemerintahan AS yang berpikiran Zionistik.

Di dalam buku ini , Petras secara langsung kecewa sekaligus marah atas penghianatan warga AS sendiri, yang bersedia tunduk dan patuh mendukung Israel yang secara langsung merongrong pemerintahan. Para begundal Zionis ini tanpa tedeng aling-aling mendukung secara membabi buta Israel sehingga mengancam kedaulatan negaranya sendiri. Bukti-bukti penghianatan para politikus AS terhadap negerinya sendiri demi untuk mengikuti ambisi Zionis Israel secara terbuka di bahas di dalam bukunya ini, termasuk pembungkaman yang dilakukan media pro-Zionis Israel di negeri George Washington ini terhadap berita-berita yang menyudutkan “sang tuan besar”nya (baca Israel).

Namun ada satu hal penting yang tidak diungkapkan oleh James Petras, seorang penulis yang telah banyak menulis di media-media berita alternatif yang ada di AS ini, di dalam bukunya ini yang tidak di bahas yaitu akar ideologi yang dianut oleh para Neo-Konservatif atau Petras lebih suka menyebutnya ZionCon. Yaitu ideologi The New World Order yang diyakini dan diimani oleh para penganut Kabbalah dan Okultisme juga para Zionis Kristen Fundementalis penganut Bibel Scofield ataupun Darby.

Washington Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan Presiden AS Ronald Reagen dengan seorang pelobi senior Yahudi dari AIPAC bernama Tom Dine. Pertemuan itu berlangsung secara pribadi. Kepada Tom Dine, mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius berkata, “Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang meramalkan perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu… akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani.” Tom Dine tersenyum dan mengangguk pelan.

Banyak para penulis yang takjub terhadap dukungan Zionis Kristen ini kepada Zionis Israel. Padahal, seperti kata Rizki Ridyasmara (2006), jika mereka (para Zionis Kristen) ini meluangkan waktu sejenak membaca Talmud, kitab suci Zionis Yahudi niscaya mereka akan berbalik melawan Zionis Yahudi. Salah satu ayatnya berbunyi:

Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas.” (Gittin 57a).

Begitulah orang Zionis Yahudi memandang ajaran Kristen dan Tuhan mereka. Itu adalah sekian ayat yang menghina Yesus. Dan bukankah, Yesus digantung di tiang salib karena penghianatan para petinggi Yahudi di masa Pemerintahan Herodes II?

Kembali lagi ke topik. Penghianatan warga AS ini terhadap negaranya dan dukungan mereka terhadap Zionis Israel ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali. Hal ini terjadi lewat konspirasi kaum Kabbalah (ajaran yang banyak dianut oleh para Zionis Yahudi) terhadap ajaran Kristen. Di mulai dari zaman Nabi Isa Alaihissalam (Yesus) hingga masa modern (penambahan beribu catatan kaki dukungan terhadap Israel dan bangsa Zionis Yahudi oleh Konspirasi Internasional terhadap Injil oleh dua orang agennya Darby dan Cyrus Scofield. Terkait hal ini silahkan baca buku Knights Templar Knights of Christ, karangan Rizki Ridyasmara yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar pada tahun 2006 lalu.).

Bahkan Injil yang dipakai untuk upacara sumpah pelantikan Presiden AS juga memakai salah satu injil mereka. Yaitu Injil Masonik. Dan, Presiden AS saat ini yang dielu-elukan oleh rakyat Indonesia, Barack Hussein Obama juga memakai Injil ini saat ia ber-inaugurasi.

Selain itu, jika kita melihat sejarah yang sebenarnya, peran orang-orang Yahudi terhadap peta perpolitikan di AS cukup kentara. Berawal dari kedatangan Colombus ke benua yang disebut “New Land” atau “Tanah Baru” ini yang membantai suku asli Amerika, Indian (Sebagai catatan: Dari data yang ada, suku-suku Indian ini banyak juga yang Islam. Bahkan diantaranya, warga AS yang Muslim sempat membantu rakyat Aceh melawan kolonialis-Imperialis Belanda). Lalu, disusul lewat Konspirasi Internasional yang digerakkan oleh Dinasti Rothschild terhadap perpolitikan di AS. Mereka berhasil menguasai AS lewat jaringan Freemasonry yang sudah tumbuh subur di AS kala itu. Banyak dari anggota Freemasonry yang kemudian menjadi Presiden AS. Di antaranya ada George Washington, Thomas Jefferson, Andrew Jackson, Theodore Rosevelt, Harry S Truman, Franklin D Rosevelt, dll.

Namun, tidak selamanya para Presiden AS yang Freemason ini setia dan tunduk patuh terhadap Zionis Yahudi atau Konspirasi Internasional. Para Presiden AS ini dengan semangat cinta tanah air (nasionalis) berhasil melawan hegemoni Ordo  Kabbalah ini. Bahkan karena kekokohan dan keteguhan sikap ini membuat mereka tewas di bunuh oleh pihak Konspirasi Internasional melalui agen-agen mereka.

Selain itu, Perang AS melawan Inggris dan kemerdekaan AS atas Inggris juga disebut-sebut juga hasil kerja Rotschild yang mewakili pihak Konspirasi Internasional.

Pengaruh dan bukti kekuasaan mereka terhadap AS tak hanya sampai disini. Mereka juga membangun arsitektural kota yang berbau ajaran Kabbalah. Jika kita mengamati peta AS, maka akan kita temukan banyaknya simbol kepercayaan Pagan-Kabbalis di dalam struktur denahnya. Bahkan patung Liberti sendiri pada struktur bangunannya dipenuhi oleh pejumlahan 13. Menyangkut angka 13 ini juga terdapat di dalam gedung kepresidenan AS. Tahukan kalian, kalau jumlah sendok, pisau dan garpu di White House berjumlah 13.092?

Tak hanya sampai disini saja. Cengkeraman kuku-kuku mereka, kaum Zionis Yahudi ini juga mengcengkram industri hiburan AS, yakni Hollywood. Terkait hal ini ada kisah yang menarik terkait industri perfilman di Hollywood ini. Saat itu, sekitar era 1970-an, seorang Screenwriter bernama Victor Marchetti sedang mengikuti rapat terkait pemilihan scenario untuk sebuah film spionase. Saat sedang serius-seriusnya, tiba-tiba, masuk seorang pria kecil yang belum pernah ia lihat. Setelah masuk ke ruangan rapat itu, pria itu langsung berbicara dengan pimpinan studio sambil menunjuk-nunjuk kearah kertas skrip. Setelah pria itu pergi, Marchetti pun bertanya pada atasannya tersebut. Pimpinan studio itu pun menjawab dengan jujur, “Dia orang Israel. Saya ingin meyakinkan bahwa film-film yang kita buat seluruhnya tidak ada yang menyinggung perasaannya.” Dan yang lebih menakjubkan lagi, Sembilan orang yang mengikuti rapat itu ternyata adalah orang Yahudi. Dan hal ini, bukan terjadi hanya satu kali dua kali saja. “Saya sering mengikuti rapat di berbagai studio Hollywood ini, dan hampir keseluruhan rapat yang saya ikuti, sayalah satu-satunya peserta rapat yang gentiles (non yahudi),” ujar Marchetti, seperti dikutip dari Eramuslim Digest: Hollywood Undercover (hal. 35-36).

Cengkeraman Konspirasi Internasional yang mewarisi Ordo Kabbalah ini juga berhasil menguasai industri opini media disana. Diantaranya ada Surat kabar New York Times, Washington Post, The Wallstreet Journal, Time Magazine, Newsweek, dll. Lalu, di industri pertelevisian ada Nickeledeon, MTV, ABC, Disney Channel, dll. Media-media ini banyak di yang telah di list menjadi agenda boikot  organisasi boikot baik di dunia muslim maupun Barat. Seperti organisasi boikot Inovative Minds (http://inminds.com).

Kemudian, Organisasi Pagan (penyembah Iblis/Lucifer) atau The Luciferian Conspiration juga telah menggerogoti AS. Tak hanya politik, militer dan spiritual, industri hiburan dan media massa, teknologi, telekomunikasi, makanan-minuman bahkan obat-obatan/kesehatan juga telah mereka kuasai. “…Tidak perlu, mereka menguasai kepolisian. Tanpa kita sadari mereka ada dimana saja, di bar, di stasiun Keretaapi….,” begitu pesan film Blade kepada masyarakat AS.

Dan untuk terus menyadarkan masyarakat AS akan bahaya pewaris Ordo Kabbalah ini, para personal rakyat AS sendiri sudah banyak yang membongkar bahaya mereka ini. Baik lewat meja perkuliahan maupun yang bergerak di dunia maya. Sebut saja, ada peneliti David Icke (http://davidicke.com), Paul Joseph Watson dengan Global Matrix Enterprises-nya (http://prisonplanet.com), Fritz Springmeier’s yang tulisan-tulisannya bisa dibaca di http://theforbiddenknowledge.com, lalu ada Vigilant (http://vigilantcitizen.com), juga Wes Penre (http://illuminati-news.com), Jerry D Gray (penulis buku-buku rahasia AS, mantan warga AS yang kini menetap di Indonesia), Texe Marrs (http://texemarrs.com), duo Walt dan Mearsheimer yang melejit karena buku The Israel Lobby-nya, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Namun begitu, gerakan yang berusaha menutup mulut para penulis dan wartawan media-media berita alternatif tetap saja masih dilakukan oleh para Zionis. Seperti yang pernah menimpa Paul J Watson. Saat itu ia diserang oleh organisasi pendukung Zionis, Anti Defamation League (ADL) atau  duo Walt dan Mearsheimer terlibat konfrontasi dengan ZionCon dan para pendukung Zionis Israel lainnya karena buku hasil penelitian mereka berdua, The Israel Lobby. Tak jarang juga mereka yang berakhir tewas karena sikap mereka ini terhadap Zionisme atau paling ringan dipecat dari kantor/lembaga maupun tempat ia mengajar juga tak terhitung juga yang dipenjara karena sikap “anti-semit” mereka ini.

Penulis dan para pembaca tulisan ini juga semestinya dapat memberikan applausnya kepada para pemberani ini. Karena mereka sudah berhasil membuka mata warga AS, khususnya dan kita semua, rakyat dunia, pada umumnya terhadap kebusukan rencana-rencana para pewaris Ordo Kabbalah ini.

Untuk menutup tulisan panjang ini, penulis ingin mengatakan bahwa buku The Power of Israel in United States (Edisi Indonesia: The Power of Israel in USA: Zionis Mencengkram Amerika & Dunia) ini layak dijadikan sebagai bahan bacaan sekaligus bahan referensi kita dalam memahami jejak rekam lobi Israel ini. Namun ada sedikit catatan dari penulis, jika teks terjemahannya ada yang kurang penulis mengerti. Namun, penulis juga tidak menutup mata dan mengapresiasikannya kepada penerjemah buku ini, Mbak Retno Wulandari dan penyunting buku ini, Mbak Widyawati Oktavia. Karena dengan jerih payah mereka dalam menerjemahkan buku ini sehingga enak dibaca, kita, pembaca di Indonesia bisa menikmati salah satu karya dari seorang Profesor AS, James Petras ini.

Akhir kata, jika dibolehkan oleh Penerbit Zahra (Penerbit Edisi Indonesia-nya) untuk memberikan endorsement untuk buku ini, maka, saya pribadi akan mengacungkan kedua jempol sembari berkata:

Two Thumbs Up!

Sumber Referensi:

Rizki Ridyasmara. Knights Templar Knights of Christ: Konspirasi Berbahaya Biarawan Sion Menjelang Armageddon. Pustaka Al-Kautsar. 2006.

Herry Nurdi. Lobi Zionis dan Rezim Bush: Teroris Teriak Teroris. Hikmah. 2006.

ZA Maulani. Zionisme: Gerakan Menaklukan Dunia. Daseta. 2000.

Eramuslim Digest. Edisi Ketiga.

William G Carr. Yahudi Menggenggam Dunia. Pustaka Al-Kautsar. 2004.

http://theforbiddenknowledge.com

http://eramuslim.com

http://prisonplanet.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s