Bagaimana Mesin Propaganda Israel Membentuk Opini Dunia

Seperti halnya konflik di wilayah lain, konflik Israel-Palestina juga tidak lepas dari propaganda. Kedua pihak yang terlibat konflik memanfaatkan informasi dan media massa untuk mencapai tujuan masing-masing. Lewat upaya tersebut mereka menghendaki adanya dukungan terhadap penyerangan yang mereka lakukan. Ini dibuktikan dengan ditetapkannya juru bicara dari masing-masing pihak yang berkonflik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Dari sisi Palestina, baik organisasi pembebasan Palestina, PLO, maupun Hamas berupaya semaksimal mungkin untuk mempengaruhi masyarakat bahwa pendudukan Israel tidak bisa dibenarkan. Lewat gerakannya, pendiri PLO terus berupaya menyampaikan informasi kepada masyarakat dunia untuk mendapatkan dukungan. Hal yang sama juga dilakukan para pemimpin Hamas untuk menunjukkan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk menguasai Palestina.

Propaganda yang dijalankan oleh pihak Palestina cenderung konvensional. Langkah yang mereka tempuh sangat mengandalkan kemampuan para pemimpin Palestina untuk menyampaikan informasi soal situasi yang dihadapinya. Selebihnya, mereka mengandalkan ketertarikan media massa untuk menayangkan gambar maupun informasi soal kesulitan yang dihadapi rakyat Palestina akibat penyerangan-penyerangan Israel. Ini terkait dengan posisi mereka yang sedang diserang. Para pemimpin Palestina, terutama dari kelompok Hamas, harus memperhatikan betul keselamatan dirinya yang selalu menjadi incaran pasukan Israel. Baca lebih lanjut

Rule Britannia: Magick in Service to the Crown

Oleh LC Vincent (untuk Henrymakow.com)

Itu barangkali adalah poin tertinggi dari Jerman di Perang Dunia II. Perancis terbaring lesu di bawah sepatu mesin perang Jerman. Satu hal yang berdiri di antara Inggris dan Jerman adalah Royal Air Force. Atau yang sangat serupa dengannya.

Kita mengetahui yang diceritakan buku-buku sejarah tradisional kepada kita semua. Royal Air Force bertahan dari kekejaman yang berulang dilakukan Jerman Luftwaffe dan Hitler mengalami pertumbuhan kegelisahan yang meningkat bersama ide dari sebuah serangan dari darat dan laut.

Kenyataannya, tentu saja, adalah lebih kompleks. Inggris menggunakan kekuatan dari teknologi sihir—dari Magick (Sihir)—dan itu bukanlah kali pertama Kerajaan Inggris menggunakan jasa kekuatan dari banyak tukang sihir terkenal.

Baca lebih lanjut

“The Catcher in the Rye”: Apakah ‘Budaya’ Modern Sebuah Psy-Op?

Oleh Matthew (untuk Henrymakow.com)

The Catcher in the Rye” oleh JD Salinger menyatakan sebuah persetujuan terbesar terhadap masyarakat modern

Buku ini berisi ucapan orang pertama berumur 16 tahun yang bernama Holden Caulfield, seorang anak yang dikeluarkan dari sekolahnya di Pennsylvania, berangkat ke New York dan memulai episode seorang pribadi yang ramah terhadap prostitusi, terlibat ke dalam perkelahian, dalam kesendirian, mengunjungi adik perempuannya, dan guru lamanya, dan mengililingi kota.

Buku ini “terlihat seperti seorang pemula manual dari cara untuk mengolah dirimu saat kamu terlalu muda untuk tahu lebih banyak”

Seorang yang teralienisasi, negatif dan terlihat terisolasi di dalam kehidupan, melihat dirinya sebagai orang luar, dan mengkritik hal-hal yang ia lihat sebagai kebohongan, sering menggunakan kata “phony.” Kepribadian ini adalah karakteristik dari beberapa penulis Yahudi seperti JD Salinger, yang merasa seperti orang luar. Rupanya ajaran setan “modern” ini, teralienisasi dari Tuhan dan manusia “kepribadian telah menyebar secara luas. Baca lebih lanjut