“The Catcher in the Rye”: Apakah ‘Budaya’ Modern Sebuah Psy-Op?

Oleh Matthew (untuk Henrymakow.com)

The Catcher in the Rye” oleh JD Salinger menyatakan sebuah persetujuan terbesar terhadap masyarakat modern

Buku ini berisi ucapan orang pertama berumur 16 tahun yang bernama Holden Caulfield, seorang anak yang dikeluarkan dari sekolahnya di Pennsylvania, berangkat ke New York dan memulai episode seorang pribadi yang ramah terhadap prostitusi, terlibat ke dalam perkelahian, dalam kesendirian, mengunjungi adik perempuannya, dan guru lamanya, dan mengililingi kota.

Buku ini “terlihat seperti seorang pemula manual dari cara untuk mengolah dirimu saat kamu terlalu muda untuk tahu lebih banyak”

Seorang yang teralienisasi, negatif dan terlihat terisolasi di dalam kehidupan, melihat dirinya sebagai orang luar, dan mengkritik hal-hal yang ia lihat sebagai kebohongan, sering menggunakan kata “phony.” Kepribadian ini adalah karakteristik dari beberapa penulis Yahudi seperti JD Salinger, yang merasa seperti orang luar. Rupanya ajaran setan “modern” ini, teralienisasi dari Tuhan dan manusia “kepribadian telah menyebar secara luas.

Caulfield menggunakan kata “goddamn” untuk mengekspresikan kefrustasiannya. Dia juga memiliki sebuah fantasi menjadi seorang “Catcher in the Rye,” seorang pahlawan yang melindungi anak-anak yang berkeliaran di dalam sebuah lapangan gandum hitam di ujung sebuah jurang dalam kasus mereka menggeluyur terlalu dekat—jatuh simbolisasi kejahatan dari kedewasaan.

Hayalan ini kemudian dihancurkan oleh guru bahasa Inggris yang dikaguminya. Di akhir bukunya, dia menyinggung “menjadi sakit” dan tinggal di rumah sakit jiwa.

Efek Kepada Remaja

Wadak holden memohon kepada para remaja yang tidak memiliki sebuah jati diri dan telah mencoba menemukan satu tetapi tidak tahu dimana atau bagaimana. Itu terlihat bahwa buku ini memainkan perasaan ini, memimpin mereka ke dalam solusi membinasakan diri, ketidakkosongan dari banyak rasa kedamaian di dalam hati atau suara hati.

Berpikir kembali pada saat saya membaca buku ini, buku itu meninggalkan saya perasaan keputusasaan, kemudian mendalami ilusi keterpisahan dari orang lain. Nihilisme holden merayakan dan  membenarkan sebagai sesuatu yang normal dimana tidak dipertanyakan dan dibenarkan. Saya juga berpikir gaya orang pertama di buku melakukan banyak hal untuk memperkuat perasaan ini, sebagai pembaca mengidentifikasikan alam bawah sadar dengan Holden.

Sederhananya, itu terlihat seperti seorang pemula manual dari cara untuk mengolah dirimu saat kamu terlalu muda untuk tahu lebih banyak. Atau mungkin itu adalah sebuah “lampu hijau” untuk melakukan apa saja yang kamu inginkan dan membiarkan ego mengambil alih secara lengkap—“Do what thou wilt shall be the whole of the law” seperti yang Crowley katakan—biarkan pikiran dan hasratmu melakukan apa yang diinginkannya dan janganlah khawatir akan hal itu! Jadi mengapa buku ini dianjurkan untuk dibaca oleh anak sekolah? Saya percaya buku ini menjadi satu dari banyak cara Illuminati mampu mengubah sifat masyarakat (khususnya para pria) di barat, selama mandat itu digunakan di kurikulum sekolah sebaiknya tak habis-habis menyebut dan memuja media massa (film-film, buku-buku, musik) lebih dari banyak abad. Kasus sebenarnya dari perang psikologi dan keahlian teknik sosial adalah melalui cara sistem pendidikan dan media massa.

Cobalah perhatikan bagaimana itu telah disebut di dalam media! Buku itu terjual 250,000 copy setahun. http://en.wikipedia.org/wiki/Cultural_references_to_the_novel_The_Catcher_in_the_Rye

Buku tersebut adalah bagian dari serangan tersembunyi yang bertubi-tubi pada moralitas manusia yang hakiki dan nilai-nilainya. Saya juga percaya buku  itu digunakan sebagai “naskah” memprogram yang berhubungan dengan Alice in Wonderland dan The Wizard of Oz untuk program masyarakat di dalam operasi-operasi pengendalian pikiran yang tersembunyi (banyak orang di Hollywood adalah orang seperti ini) sebaiknya untuk secara tetap memperkuat memprogram selama hal itu tetap muncul di dalam media massa.

Saya pernah memikirkan “Kenapa kita membaca ini?” di kelas bahasa Inggris SMAku dan sekarang saya mulai mengerti kenapa. Saya mengingat membaca tentang bagaimana “The Catcher in the Rye” adalah buku favorit Winona Ryder (Horowitz) [Baca: http://www.imdb.com/name/nm0000213/bio) dan bahwa dia seharusnya memiliki setiap edisinya. Mengetahui tentang kehidupan “petualangan” Nona Ryder, saya berpikir itu adalah hal yang menarik bahwa godfather-nya adalah Timothy Leary (terlibat di dalam percobaan LSD [sejenis narkotika, penj.] CIA), yang adalah teman orangtuanya. Juga, istri Adolf Huxley adalah teman orangtuanya. http://en.wikipedia.org/wiki/Winona_Ryder

Digunakan untuk Mencuci Otak

The Catcher in the Rye” telah digunakan sebagai sebuah “mekanisme kontrol” di pembantaian John Lennon, dan percobaan pembunuhan Ronald Reagan. Jika anda mengingat kembali, antara Hinkley dan Chapman setelah pembantaian Lennon, dia duduk dengan memakai kacamata dan zombified, mengurusi lawan Dakota Building, membaca bukunya Salinger.

“Menurut biografi Ian Hamilton, Salinger (foto kiri) adalah karyawan di Intelijen Pertahanan selama Perang Dunia II, menjalankannya bersama Counter Intelligence Corps (CIC), waktunya utamanya dihabiskan di dalam interogasi para Nazi yang tertangkap. Setelah itu, menuju akhir perang, Salinger dilibatkan pada de-Nazifikasi dari Jerman.”

“Denazifikasi dari Jerman” = diambil  alih Komunis/NWO (Tatanan Dunia Baru, penj.).

Jadi Salinger adalah seorang INTELIJEN yang operatif, menginterogasi (atau mungkin memprogram?) Nazi-Nazi yang ditangkap.

Is The Catcher in the Rye a mechanism of control?” oleh Adam Gorightly yang menjelaskan bahwa buku tersebut telah dapat digunakan sebagai sebuah alat pemograman untuk Kandidat Manchurian—jenis pembantai : http://www.whale.to/b/gorl.html

Jika seseorang telah banyak memiliki ilmu pengetahuan yang lalu mengenai mind-control programming (program pengendalian pikiran, penj.), khususnya buku yang ditulis oleh Fritz Springmeier, aturan dari buku ini ada dua pembantaian yang siknifikan. Ditambahkan kepada fakta ini bahwa buku adalah bacaan yang perlu di baca di banyak sekolah di sekitar negeri, meskipun banyak usaha untuk melarang membaca buku tersebut. buku itu “telah dilarang di setiap waktu daripada buku lainnya di dalam silabus buku warga Amerika,” dengan alasan yang baik saya menuduh di dalam cahaya kemungkinan buku ini digunakan sebagai model demoralisasi, bukan untuk menyebutnya sebuah naskah pemograman/memicu kepada pre-eksistensi budak-budak yang dikontrol pikirannya.

Untuk mengerti beberapa kemungkinan adanya efek buku ini di dalam masyarakat, baca “Holden Caulfield syndrome”—http://12gauge.com/books_2003_mordue_catcher.html

Saya juga berpikir buku ini menarik untuk dibaca tentang sebuah cerita Salinger di dalam artikel terbaru di situs ini (Henrymakow.com, penj.).

“Kemudian kolega terdekatku meminjamkanku buku yang lain, bahwa isi buku ini mengingatkannya pada keluargaku dan bahwa saya seharusnya yakin untuk membac bagian pertama, sebuah cerpen oleh JD Salinger yang berjudul “A Perfect Day for Bananafish.” Baris terakhir menggambarkan sosok baik hati yang tiba-tiba, dengan tidak memberi tanda dari kejadian, meledakkan otaknya dengan sebuah pistol.” http://www.henrymakow.com/uncovering_occultism_in_the_ca.html

Jadi itu hanya saya yang melihat terlalu ke dalam hal ini, atau apakah ada sesuatu persaudaraan jahat (sinister, penj.) terhadap buku ini dan penulisnya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s