MELACAK GERAKAN ZIONISME (TATANAN DUNIA BARU) DI INDONESIA, DARI ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA HINGGA ERA REFORMASI

Setelah membaca berbagai buku yang mengulas tentang sepak terjang organisasi Zionisme di Indonesia. Saya kemudian dapat menemukan ternyata begitu banyaknya sekaligus bertebarannya organisasi-organisasi seperti ini di Indonesia sejak era Hindia Belanda hingga pelarangan organisasi ini di era Kemerdekaan Indonesia. Bahkan hingga saat ini, di era reformasi. Tentu saja, dengan wajah dan nama yang berbeda pula.

Untuk itu agar lebih memahami lagi sedikit bagi pembaca yang belum tahu, maka untuk bagian ini saya sertakan pembagian era agar lebih mudah memahami adanya gerakan ini di Indonesia. Baiklah, langsung saja, kita mulai dengan era pada masa dijajahnya bangsa Indonesia oleh VOC, yaitu masa Hindia Belanda.

Era Hindia Belanda

Pada masa ini, saat dijajahnya Indonesia oleh Belanda, organisasi Zionisme ini tumbuh subur di Indonesia, utamanya yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia, yaitu Freemasonry. Organisasi ini sempat mendirikan berbagai loji atau markas mereka (orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan Gedung Setan) di Indonesia, dari Aceh, Pulau Sumatera hingga Jawa. Di negeri ini, Freemason banyak merekrut para pribumi dan jika di Jawa yang paling banyak di rekrut adalah para kaum bangsawan atau priyayi. Selain itu, organisasi Theosofi juga mulai menggeliat disini. Orang yang sempat bersentuhan dengan organisasi perusak agama-agama langit ini antara lain, Kartini, Raden Saleh, Soekarno, Buya Hamka, Boedi Oetomo, dll. Tak hanya Freemasonry dan Theosofi saja, Illuminati atau bisa jadi anggotanya sempat bersliweran di tanah air dengan mengusung nama “Kelompok Cahaya.”

Era Jepang

Di era ini, organisasi-organisasi Zionisme memang dilarang oleh Belanda dan banyak yang tiarap sekaligus—bisa jadi—sembunyi-sembunyi ataupun berganti nama atau kemasannya.

Era Kemerdekaan

Pada masa ini, organisasi Freemasonry, Theosofi, Moral Rearmemant Movement, Ancient Mystical Organization of Sucen Cruiser (AMORC) yang mirip dengan nama organisasi Rosicrusian (Salib Mawar) dan kemungkinan besar adalah organisasi ini sempat dilarang keberadaannya. Hal ini terbukti dengan adanya Lembaran Negara tahun 1961 No. 18. Namun ada juga yang menyebutnya Peraturan Presiden (Penpres) No. 2/1962 (Lihat: Ridwan Saidi-Rizki Ridyasmara, Fakta dan Data Yahudi di Indonesia Dulu dan Kini, Khalifa: 2008.) yang memutuskan untuk melarang organisasi-organisasi ini karena dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, termasuk Rotary Club pada tahun 1963, setahun setelah Penpres itu dikeluarkan. Dan, sama halnya di era Jepang, organisasi-organisasi Tatanan Dunia Baru ini pun tiarap. Selain itu, paham-paham yang berasal dari kaum Kabbalis ini juga bisa kita jumpai, sebut saja Komunisme juga Sosialisme yang juga tumbuh subur pada masa ini bahkan hingga sekarang ini (Era Reformasi).

Era Reformasi

Pada masa saat ini, jelas organisasi-organisasi ini berganti nama ataupun kemasan yang padahal adalah sama. Namun, ada juga yang masih memakai nama sama, seperti Rotary Club dan Lion Club yang sama-sama dibentuk oleh Freemasonry. Seperti halnya ‘bapak’nya Freemasonry, secara luar organisasi ini bergerak dengan mengusung misi sosial dan kemanusiaan. Namun secara dalamnya, mereka bergerak dalam satu tujuan membela Zionisme dan memberikan bantuannya untuk Zionis Yahudi. Seperti yang diakui oleh ZA Maulani di dalam bukunya “Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia.”

Sesuai perkembangan zamannya, untuk mengelabui warga Indonesia, mereka mengganti nama dengan mengusung isme-isme baru, seperti Pluralisme, Sekulerisme juga Liberalisme. Dan berlindung di balik slogan-slogan yang nampak manis, seperti Hak Asasi Manusia (HAM), kebebasan berekspresi dan beragama, yang kelihatannya manis namun sungguh adalah racun yang amat berbisa. Mereka juga ingin mengangkat kembali warisan para Theosof (sebutan untuk pengikut Theosofi) dan Mason (sebutan untuk pengikut Freemasonry) dulu, seperti kearifan masa lalu dengan meninggalakan Fundamentalisme dan Radikalisme agama (yang jelas-jelas ditujukan untuk memusuhi ajaran Islam) dan merangkul ajaran Islam lokal, seperti Islam Kejawen. Untuk tahu lebih banyak silahkan buka situs http://libforall.com.

Kaum penyembah setan juga sempat bersemayam juga di Indonesia. Seperti sekte Gereja Setan yang ditemukan di Manado, Sulawesi Utara pada 1992 silam. Bahkan, seperti yang dilampirkan oleh Artawijaya di dalam bukunya “Gerakan Theosofi di Indonesia” (2010), gerakan pemuja setan ini juga mulai menunjukkan pergerakannya hingga hari ini. Dengan menamakan diri mereka dengan nama Ordo Thelema Illuminati dan Hermetic Brotherhood Society. Begitu juga dengan gerakan Theosofi. Selengkapnya silahkan baca buku tersebut.

Demikianlah. Organisasi ini akan terus bergerak hingga akhir zaman kelak, saat Imam Mahdi dan Nabi Isa as menghancurkan salib-salib dan membunuh babi dan menjelaskan kepada umatnya agama yang sebenarnya, yang ternyata dalah benar-benar agama Tauhid. Agama yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad saw adalah Rasulullah…. Wallahu a’lam bisshawab. (mugiwara no nakama/dari berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s