PIALA DUNIA DAN RENCANA BUSUK ORGANISASI RAHASIA PAGAN KABBALAH

Gema bola piala dunia kembali terdengar. Seluruh mata rakyat dunia tertuju ke satu tempat. Yaitu, Afrika Selatan. Segala persoalan yang sedang mendera, tak dihiraukan lagi. Meskipun itu adalah persoalan yang sebenarnya sangat penting bagi bangsa tersebut. Piala dunia telah dapat membius ribuan pasang mata dari aktivitasnya sehari-hari. Bagi umat Islam ini adalah masalah besar. Karena telah mengalihkan hal yang semestinya dilakukan oleh umat ini, yakni berdakwah dan aktivitas ibadah lainnya, tidak hanya salat, puasa, baca Alquran, dll. Umat telah terperdaya dan masuk ke dalam perangkap yang menjadi agenda kaum Globalis atau lebih dikenal dengan kaum Zionis, yaitu para pewaris ajaran setan Kabbalah.

Hari Minggu (13/6) lalu, meski tidak habis saya baca, Serambi Indonesia sempat menurunkan komentarnya di rubrik Panteue berjudul “‘Tuhan’ Bola”. Dan, di kalimat terakhirnya tertulis, yang kurang lebih, rakyat barat telah menuhankan sepak bola. Dan, hal ini bukanlah hanya sekadar perumpaan, namun, memang nyata adanya.

Penganut Agama “Maradona”

Hal ini pertama sekali bisa kita lihat di Argentina. Para penggemar Diego Maradona, sampai-sampai sangking kagumnya sama pelatih timnas Argentina ini, mereka telah membangun sebuah gereja tempat memuja Maradona laksana tuhan yang sesungguhnya. Nama gereja itu adalah Iglesia Maradonaniana yang didirikan pada tanggal 30 Oktober (tanggal lahir Maradona) 1998. Seperti halnya ajaran agama lainnya, penganut agama Maradona ini sendiri memiliki kitab sucinya sendiri. Yaitu, buku biografi Maradona dan sepuluh perintah “tuhan” Maradona, yang salah satu poinnya berisi perintah untuk mencantumkan nama Diego pada nama anak mereka, yang menganut ajaran ini. Selain itu Iglesia Maradoniana juga memiliki sistem penanggalan sendiri yang dimulai tahun 1960, ketika sang legenda lahir. Bahkan nomor punggung Maradona yang sering disebut Diego 10’s disulap jadi D10S (baca: Dios), atau jika di dalam bahasa Spanyol berarti Tuhan (Media Umat, 4 Juni 2010).

Logo MU, Simbolisme Mata Satu

Tak hanya sampai disitu juga, dari segi simbol kita bisa melihat, jika begitu banyak simbol setan tertampang di klub-klub bola Eropa. Sebut saja, Manchester United yang berlogo mata satu atau “All Seing-Eye,” seperti yang terdapat di belakang pecahan uang satu dolar Amerika Serikat (AS) dan sebutan MU sebagai “The Red Devil,” Setan Merah. Sebutan ini juga sering dialamatkan kepada Dajjal si pendusta. Lalu, klub ini juga sempat dimiliki oleh Rupert Murdoch, raja media Yahudi yang menjalankan agenda kaum Globalis. Lalu Chelsea yang juga dimiliki oleh Yahudi tulen asal Rusia, Roman Abramovich. Dan yang uniknya, kedua logo klub ini juga mencantumkan logo setan.

Piala dunia sendiri dimulai setiap tanggal 11 Juni sampai 11 Juli. Nah, di dunia numerology dan Kabbalah, angka 11 memiliki arti tersendiri, yakni mengandung arti yang istimewa. Sehingga tidak mengherankan jika Anton Svandor La Vey, seorang pemuja setan (Satanis) yang mendirikan Gereja Setan di AS mengambil angka 11 ini sebagai jumlah bagi 11 Pasal Setan di Bumi yang ia buat sebagai hukum bagi para penganut ajaran setan di seluruh dunia. Bulan Juni dan Juli sendiri jika diangkakan menjadi 6 dan 7. Jika ditambahkan maka akan diperoleh jumlah 13. Lagi-lagi angka yang diitimewakan di dalam dunia Kabbalah. Meskipun ada juga yang mengatakan jika angka 13 adalah angka sial, karena angka ini adalah yang dipakai di dalam dunia pemujaan terhadap setan. Dan ketika pelaksanaan pertama kali piala dunia, secara kebetulan negara-negara yang mengikuti ajang olahraga ini berjumlah 13 negara. Yaitu, AS, Perancis, Rumania, Belgia, Yugoslavia, Argentina, Chile, Meksiko, Brazil, Bolivia, Uruguay, Peru dan Paraguay. Dan, lagi-lagi secara “kebetulan” piala dunia yang pertama ini dimulai pada tanggal 13. Hmmm…. aneh bukan?

Selain itu, pertandingan bola ini pada dasarnya tidak lain dan tidak bukan adalah bukan hanya sekedar sebagai permainan dan hiburan saja. Ini sebenarnya adalah benar-benar sebuah ritual. Seperti yang pernah dijelaskan oleh website Isourcecom dan stasiun berita ABC yang meneliti asal mula pertandingan bola, yang ternyata telah dipraktekkan oleh bangsa Pagan penyembah matahari, bangsa Maya.

Di dunia modern, bola telah menjadi kepuasan batin sendiri oleh kaum kapitalis dan materialis global, para pemuja materi. Bagaimana ajang pertandingan bola ini disulap menjadi ajang mencari duit, yang seringkali menggunakan cara-cara kotor. Contoh kasus saja, piala dunia 2010 ini saja. Mereka telah berhasil mematikan sektor perekonomian rakyat Afrika Selatan. Jika ingin mendapatkan keuntungan secara finansial mereka juga harus mengikuti seluruh syarat yang diajukan oleh FIFA, dan keuntungan yang Afrika Selatan peroleh sangatlah sedikit. Sehingga wajar jika di dalam salah satu media disana menurunkan headline berjudul “Welcome to Republic of FIFA.” Judul ini menggambarkan rasa frustasi warga Afrika Selatan yang merasa badan sepakbola dunia itu terlalu memegang kendali atas apapun yang berkaitan dengan FIFA. Asal diketahui saja, keterlibatan Afrika Selatan menjadi tuan rumah piala dunia ini tidak lebih dari rencana dan lobi Zionis Yahudi ke FIFA.

Di sisi politis, ajang piala dunia ini telah menjadi alat sistematis bagi para Globalis di dalam melumpuhkan rasa persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah) umat Islam di dunia, dengan cara membangun fanatisme kebangsaan yang akan terus digalakkan dengan ajang-ajang bola dunia lainnya agar ikatan nasionalisme ini tetap turus tumbuh, karena ia bersifat temporal. Dan hal ini sesuai dengan isi butir-butir rencana busuk Rothschild, bankir Yahudi Talmudian yang ingin menguasai dunia, pada tahun 1773 di Jerman. Salah satu butir konspirasinya berbunyi: “Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat isteria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.”

Dan, untuk menutup tulisan ini, kita sebagai umat Islam wajib memehami betul pesan yang disampaikan oleh Imam As-Syathibi berikut ini: “Hiburan, permainan dan bersantai adalah mubah atau boleh asal tidak terdapat suatu perkara yang terlarang. Namun demikian, perbuatan tersebut tercela dan tidak disukai oleh para ulama. Bahkan mereka tidak menyukai seorang lelaki yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupannya di dunia dan tempat kembalinya di akhirat kelak, karena ia telah menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang tidak mendatangkan suatu hasil (yang bisa didapatkan, pen.) duniawi atau ukhrawi.” Wallahu a’lam bisshawab.

Mugiwara no Nakama

Sumber: Media Umat, Suara-islam.com, Bilderberg.org, Yahudi Menggenggam Dunia

Iklan

5 thoughts on “PIALA DUNIA DAN RENCANA BUSUK ORGANISASI RAHASIA PAGAN KABBALAH

  1. wah mas,blognya bagus…
    kl bisa terus di update ya…
    kebetulan saya suka sejarah dan bahasa inggris payah,moga blog ini bisa jd penyambung lidah saya…

    sekali lagi, terima kasih infonya!!

    • itu pasti mas Dinul….. tungguin ajah info2 lainnya yah…. oh ya, terima kasih banyak saya ucapkan atas dukungannyah terhadap blog saya yang gak seberapa ini….. ^ ^

  2. Saya cukup tertarik juga dengan permasalahan ini. Menyangkutkan sepak bola dengan agama. Sodara juga sangat jeli dalam melihat hal-hal baik yang tersurat maupun yang tersirat.
    Namun jika boleh saya berpandangan lain, permasalahan di atas adalah mengenai simbol dan agama. Simbol merupakan bagian dari interaksionisme simbolik. Simbol adalah sarana yang digunakan untuk mengkomunikasikan sebuah pesan yang disepakati oleh kelompok. Seiring dengan keberagaman masyarakat, simbol bisa diartikan berbeda oleh kelompok lain. Contoh : Bendera kuning. Sebagian masyarakat mengartikan bendera kuning sebagai perkawinan, tapi ada juga masyarakat yang mengartikan berduka atas kematian keluarga.

    Seingkali kita terjebak dengan pemikiran ketika kita dihadapkan pada hal yang berbeda. Kita sering mengukurnya dengan satu ukuran. Contoh permasalahan, dan hal ini terjadi dalam hidup saya, telah dikupas di atas mengenai angka 13, angka yang diitimewakan di dalam dunia Kabbalah. Adik saya lahir di tanggal 13. Lalu apakah saya harus membenci adik saya yang lahir di tanggal 13? Apakah saya harus melarang adik saya menyukai angka 13 sebagai angka kelahirannya? Jika seandainya saya menggunakan ukuran dengan nilai-nilai bahwa angka 13 adalah angka yang diitimewakan di dalam dunia Kabbalah, sudah pasti saya membenci adik saya. Tanpa saya sadari, bahwa sudah menjadi kuasa Tuhan yang melahirkan adik saya di tanggal 13.

    Saya sering kali menemukan tulisan-tulisan yang mengupas simbol-simbol Yahudi maupun kelompok pemuja setan lainnya. Sebenarnya kita tidak perlu mempermasalahkannya, karena itu bagian dari hak mereka menyebarkan keyakinan mereka, layaknya Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s