Wikileaks Kembali Membongkar Makar Israel Terhadap Gaza

Satu telegram lagi yang dibocorkan oleh Wikileaks memperlihatkan keculasan negara Zionis dalam memperlakukan Palestina. Dalam telegram tersebut, beberapa pejabat Amerika mengatakan bahwa gerbang perlintasan kapal kargo menuju Jalur Gaza yang dijaga Israel sesak dengan aktivitas korupsi.

Kabel bertanggal 14 Juni 2006 dan diterbitkan oleh harian Norwegia, Aftenposten, pada Kamis (6/1/2011), melansir bahwa perusahaan-perusahaan besar Amerika mengadukan pungutan liar Israel pada diplomat AS pada saat mereka mengekspor sejumlah barang kebutuhan ke Gaza.

Harian ini mengutip keluhan seorang direktur eksekutif Coca Cola yang mengatakan bahwa ia diminta untuk membayar lebih dari 3.000 dolar AS agar produk yang ia kirimkan bisa sampai di Gaza. Ia mengklaim harus berhadapan dengan seorang pejabat level tinggi di perlintasan.

Aktivitas korupsi itu disinyalir terjadi setahun sebelum Hamas menjalankan kekuasaan di Gaza dan Israel memblokade wilayah tersebut secara ekonomi.

Sebelumnya, harian yang sama dengan mengutip dokumen dari Wikileaks juga telah merilis percakapan Israel dengan para pejabat Amerika tahun 2008 bahwa pihaknya akan terus mempertahankan perekonomian Gaza “di ambang kehancuran.”

Tiga telegram tersebut memperlihatkan bahwa Israel terus mendesak Kedutaan Besar AS di Tel Aviv agar memberikan penjelasan mengenai blokade di Jalur Gaza yang selama ini ditentang oleh kalangan internasional.

Gaza yang merupakan rumah bagi 1,3 juta warga Palestina,  menjadi wilayah yang selalu ditimpa kesengsaraan dan terus didesak agar menerima kesepakatan perdamaian Israel-Palestina. 

“Sebagai bagian dari rencana embargo mereka secara keseluruhan terhadap Gaza, para pejabat Israel telah mengkonfirmasikan (kepada pejabat ekonomi kedutaan AS) berkali-kali bahwa mereka bermaksud untuk menjaga perekonomian Gaza di ambang kehancuran,” salah satu telegram dikutip Aftenposten.

Israel ingin agar kondisi ekonomi wilayah pesisir itu ada di titik nadir, menurut telegram bertanggal 3 November 2008.

Dalam pidato pada bulan Januari 2008, Perdana Menteri Ehud Olmert muncul untuk mengumumkan kebijakan, yang sejak itu telah dipermudah setelah kecaman internasional atas serangan Israel mematikan pada bulan Mei terhadap sebuah kapal bantuan Turki yang mencoba mendobrak blokade.

“Kami tidak akan membahayakan pasokan makanan untuk anak-anak, obat-obatan bagi mereka yang membutuhkan, dan bahan bakar untuk lembaga medis,” kata Olmert saat itu.

“Tetapi tidak ada pembenaran bagi kami untuk membiarkan penduduk Gaza hidup normal sementara berbagai mortar dan roket ditembakkan dari jalan-jalan dan halaman-halaman rumah (di Israel selatan),” tambahnya.

Negara Yahudi itu mengatakan bahwa pihaknya telah secara signifikan melonggarkan blokade sejak Mei, dengan puluhan truk barang memasuki wilayah setiap harinya. Organisasi donor mengatakan pengiriman harus ditingkatkan lebih lanjut.(arrahmah/mugiwara no nakama)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s