Mengkritisi Produk Berlabel “Halal”

Tadi siang (6/2) gw baru aja makan mie instan. Mie instan rasa kari. Sebenarnya, gw kagak minat buat makan mie instan, tapi, karena gw dah krisis keuangan, maklum belum dapet kiriman dari kampung, terpaksa deh gw makan mie buat pengganjal perut. Seperti kita ketahui bersama, mie instan adalah makanan kemasan yang paling banyak di makan oleh umat manusia di Asia, bahkan dunia. Tapi populasi terbanyak ada di Asia.

Foto MSG/Vetsin (Atas) dan logo produk yang bebas gluten (Gambar Bawah)

Dari kandungan bahan pembuatnya, mie instan mengandung Monosodium Glutamat (MSG) yang juga memiliki banyak nama. Salah satunya, penguat rasa. Dan juga gluten atau kita sering menyebutnya zat lilin. Baik MSG ataupun gluten, jika di konsumsi banyak-banyak akan menyebabkan penyakit, seperti kerusakan usus dan bisa jadi kanker otak (gw pas nulis kanker otak ini, jadi ngeri sendiri…). Selain pada mie, MSG juga digunakan di banyak makanan yang kita masak sendiri, bahkan kalo gak ngemasukin penyedap rasa ini, kita merasa masakan kita akan hambar atau kagak enak. Nama barangnya adalah vetsin, ini adalah nama lain dari MSG tadi.

Dan yang anehnya, kita ditipu dengan informasi kandungan vitamin dan protein yang ada di belakang kemasan mie instan tersebut, yang faktanya: nol besar! Saya menyebutnya Subliminal Messaging (Pesan Alam Bawah Sadar).

Selain pada mie instan, produk-produk berbahaya ini juga ada di air mineral kemasan, yang disebut fluoride; lalu di makanan kemasan kayak roti, yang dikenal sebagai aspartame.

Sebuah kasus menyebutkan jika aspartame inilah yang membuat pasukan AS di saat perang teluk menjadi sakit. Kasus ini sendiri dikenal sebagai Gulf War Syndrome. Pada awalnya, penggunaan aspartame ini dilarang oleh Lembaga Makanan dan Obat-obatan di AS yang bernama Foods and Drugs Association (FDA). Tapi, belakangan saat pemimpin FDA berganti, FDA malah membolehkan penggunaan aspartame ini pada makanan ataupun minuman dan kemudian dilegalkan oleh Donald Rumsfeld.

Beginilah salah satu dampak yang ditimbulkan oleh Flouride membuat gigi kita rapuh

Lalu, bagaimana dengan fluoride? Sama halnya dengan aspartame, fluoride juga berbahaya bagi tubuh. Bukankah salah satu zat yang ada di racun tikus itu adalah fluoride? Dari kabar yang saya dapatkan, fluoride bisa menyebabkan kerapuhan pada tulang, mengubah kekuatan dan struktur tulang, bahkan bisa menyebabkan kanker. Fluoride pada awalnya digunakan sebagai pestisida, sedangkan aspartame berasal dari salah satu zat yang ada di obat anti bisul. Kalo sudah seperti ini, silahkan cerna sendiri kesimpulannya…

Saya pernah membaca jika kita menemukan produk minuman yang “no/free sugar” tapi manis, maka kemungkinan terbesar dia mengandung aspartame. Dan kebanyakan produk bebas gula tapi manis ini digunakan di dalam produk-produk untuk diet.

Selain itu, kebanyakan produk kemasan pabrik juga mengandung merkuri dan zat timah hitam yang tentu aja sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Produk-produk inilah yang dimasukkan ke dalam makanan kita inilah sebenarnya yang menyebabkan daya imunitas (ketahanan tubuh) kita berkurang. Bayangkan, dari sejak di dalam kandungan saja, kita sudah direcoki oleh makanan-makanan berbahaya ini. Dan dari informasi ini, saya jadi menaruh curiga terhadap produk susu bagi ibu hamil sendiri, yang banyak di konsumsi oleh para ibu hamil dewasa ini.

Karena ketahanan tubuh kita dari penyakit mengurang, maka, kita terpaksa harus di imunisasi dengan vaksin saat masih kanak-kanak. Padahal vaksin sendiri mengandung zat merkuri, bahkan, ada yang mengandung banyak virus berbahaya. Dokter Boyd Haley, Ph.D., Chemistry Department Chair, University of Kentucky pernah suatu waktu ngomong begini, tentang tanggapannya soal vaksin yang mengandung merkuri: “I think it’s absolutely criminal to give mercury to an infant.” Yang jika kita artiin, kira-kira bunyinya gini: “Saya pikir, adalah hal yang kriminal, jika kita memasukkan merkuri ke (dalam tubuh) seorang bayi/balita.”

Selain berbahaya bagi tubuh, produk-produk seperti ini juga haram di konsumsi oleh kita, tak hanya bagi umat Islam saja, tapi bagi umat agama lainnya juga. Sehingga, patut bagi kita untuk mengritisi berbagai produk yang udah berlabel halal di setiap kemasannya. Karena yang halal belum tentu thayyib, bukan? Meski demikian, bagi yang ingin tetap mengonsumsinya silahkan aja, saya gak melarang. Tapi terkait hal ini, dari MUI sendiri yang memiliki badan POM sendiri, juga sempat mengeluarkan press release terkait keharaman penggunaan zat-zat tersebut. MUI sempat mengeluarkan nama-nama zat tersebut. Silahkan di cek di laman Halal MUI. Itulah sebabnya, pada status saya setahun yang lalu sempat ngomong soal mengritisi produk-produk halal tersebut.

Lalu, jika sudah demikian, adakah cara untuk menangkal zat-zat berbahaya ini? Tentu aja saja ada, salah satunya seperti mengonsumsi daun sop, bawang merah, omega tiga yang ada di telur ayam (sebaiknya makan dari telur ayam yang kini ternak sendiri, yang gak kita pakai umpan ayam yang dibuat oleh pabrik, namun alami, seperti sisa nasi yang kita makan, dsb. Karena jika telur ayam pabrik yang kita makan, maka, kemungkinan besar zat vitamin yang ada di dalamnya sudah hilang. Kenapa bisa hilang? Karena kebanyakan telur ayam tersebut dihasilkan dari proses penyuntikan pada ayam), kurkuma, dan olahraga yang teratur dan tidur yang cukup. Dan, jangan lupa berdoa agar diberikan kesehatan oleh Allah SWT selalu. Jika ini dilakukan, insya Allah, penyakit-penyakit akan hilang dengan seizin Allah SWT, Rabb Yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah. Dan hanya kepada-Nya lah kita berserah diri.

Bagi yang ingin mengroscek tentang kebenaran data-data yang saya ajukan ini, saya akan menyajikan sumber-sumber di bawah ini:

  • Jerry D Gray, Deadly Mist, Sinergi Publishing, 2009.
  • Jerry D Gray, Dosa-dosa Media Amerika, Ufuk Press.
  • Zaynur Ridwan, Novus Ordo Seclorum (Sebuah Novel), Salsabila Kautsar Utama, 2009.
  • Rizki Ridyasmara, Codex: Racun Diatas Meja Makan Kita (Sebuah Novel), Salsabila Kautsar Utama, 2010.
  • Nanung Danar Dono, S. Pt., MP., Mewaspadai Bahan Tambahan Makanan yang Berbahaya, Risalah Mujahidin, Edisi Januari-Februari 2009.
  • http://vigilantcitizen.com/?p=4051
  • http://vigilantcitizen.com/?p=4116
  • http://vigilantcitizen.com/?p=4210

 

LAMPIRAN:

1. Bahaya Coca Cola Zero

Ni produk cocoknya ke iklan pembersih keramik aja, ngakunya tanpa gula tapi pake sakarin, lumayan buat membersihkan perut anda sekalian ma ususnya. Tahun 2009 produk ini udah dilarang di Venezuela, di Indonesia iklannya gencar top markotop, coba deh enak kok.. cocok juga buat membersihkan karburator, krom, teralis berkarat dll. (Dikutip dari Facebooknya Zaynur Ridwan).

2. Rilis FDA terkait bahaya Aspartame terhadap tubuh manusia pada 1995

Tabel laporan bahaya pengkonsumsian Aspartame  dari FDA (20 April 1995)

(mugiwara no nakama/dari berbagai sumber)

Iklan

One thought on “Mengkritisi Produk Berlabel “Halal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s