Negara Vakum, Dewan Revolusi Islam Siap Ambil Alih

Kabinet Dewan Revolusi Islam (DRI) siap mengisi kevakuman kekuasaan negara. Pada prinsipnya mereka akan mengatasi keadaan karut marut negara.

“Kalau situasinya mengarah lagi ke kevakuman kekuasaan ya kita siap,” ujar Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khattath saat dihubungi melalui telepon oleh para wartawan, Rabu(23/3/2011).

Menurut Al Khattath, pembentukan Dewan Revolusi Islam adalah untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia.

“Anda menolak syariat Islam? Anda nggak suka syariat Islam?Menolak syariat Islam itu dia nggak mengerti syariat, misalnya dalam syariat Islam pejabat bekerja 24 jam nggak boleh nyambi-nyambi, pejabat mengelola kekayaan untuk kemakmuran rakyat, duit negara dihabiskan koruptor tapi rakyat tidak dapat bagian, itu yang tidak sesuai syariat Islam. Syariat Islam pejabat dipilih pejabat yang jujur, jadi kalau korupsi ya pejabatnya diganti. Mengatasi korupsi harus tegas,” urainya.

Tidak hanya itu, Al Khattath mengklaim bahwa adanya Kabinet Dewan Revolusi Islam(DRI) juga dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat.

“Untuk kesejahteraan rakyat, kemakmuran dikuasai negara, bukan dikuasai asing supaya betul-betul Kesejahteraan raktyat tercapai,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khattath mendeklarasikan Dewan Revolusi Islam(DRI). Kabar tersebut awalnya datang dari situs jejaring sosial Multiply.

Habib Rizieq Ngaku Tak Tahu Dewan Revolusi Islam

Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengaku belum mendengar kabar terkait adanya Dewan Revolusi Islam. Habib Rizieq memilih tak menanggapi kabar dirinya yang disebut-sebut menjadi Presiden Dewan Revolusi Islam.

“Saya belum dengar, tanya saja sama yang memposting, saya tidak mau menanggapi. Saya kan juga belum tahu, jadi tanggapannya nggak boleh dong,” kata Habib Rizieq di kantor Kementerian Agama, Rabu (23/3/2011).

Dengan tegas Habib Rizieq tidak membenarkan siapapun yang melakukan posting mengatasnakan ormas Islam. “Saya pikir itu tidak benar itu, saya juga baru tahu 15 menit yang lalu,” paparnya.

Terkait klarifikasi yang diajukan kepada dirinya, Habib mengaku senang. Pasalnya, ia pun langsung menungkapkan, DPP FPI tidak pernah memposting Dewan Revolusi Islam atau Kabinet Revolusi.

“DPP FPI sedang fokus pada pembubaran Ahmadiyah, kita tidak ada urusan dengan itu, nanti dianggap makar dan bisa jadi pengalihan isu. Kalau mau seperti itu harus dikoridor konstitusional,” terangnya. (tribun news/mugiwara no nakama)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s