Serangan Terhadap Muslim Meningkat, Kemana Aparat dan Intelijen AS?

Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi serangan beruntun terhadap komunitas Muslim di AS. Lembaga advokasi muslim terbesar di AS, Council on American-Islamic Relations (CAIR) sudah melaporkan dan meminta FBI untuk cepat tanggap menangani kasus-kasus tersebut. Tapi teror berupa aksi kekerasan dengan target komunitas dan fasilitas-fasilitas milik Muslim masih terus terjadi.

Baru-baru ini, CAIR cabang Texas kembali mendesak FBI untuk menyelidiki serangan ke sebuah masjid di Houston, yang diduga berlatar belakang kebencian terhadap Muslim. Dua anak remaja yang tertangkap kamera pengintai yang dipasang di masjid, memecahkan kaca jendela untuk masuk ke masjid, menyiram bensin ke salah satu ruangan dan menyalakan api sehingga menimbulkan kebakaran di dalam masjid.

Kejadiannya sendiri berawal saat kamera pengintai di sebuah masjid di Bintliff, barat daya Houston, menangkap gambar para tersangka pelaku pembakaran ke masjid tersebut, yang terjadi akhir pekan kemarin.

Awni Kussad, salah satu sesepuh masjid mengatakan, rekaman video memperlihatkan dua remaja laki-laki menuju ke bagian belakang bangunan masjid, sambil membawa benda yang diduga digunakan untuk membakar masjid.

“Mereka remaja-remaja nakal. Seseorang bisa dimana saja memutuskan untuk melakukan tindakan yang jahat dan salah. Intinya begitu,” kata Kussad.

Alarm tanda kebakaran berbunyi pada Sabtu (14/5) pagi di masjid Blintliff. Ketika regu pemadam kebakaran datang, mereka melihat asap di dalam masjid dan segera memadammkannya. Diduga ada yang sengaja ingin mengobarkan api di dalam masjid.

Meski gambar pelaku yang tertangkap kamera pengintai hanya berdurasi sebentar, rekaman itu bisa menjadi petunjuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya.

“Jika Anda punya masalah dengan masjid, dan Anda ingin menimbulkan kebakaran, kita bisa dengan mudah menyalakan percikan api di suatu tempat. Tapi jika Anda ingin bertanya atau ingin tahu siapa kami, saya akan dengan senang hati bicara dengan Anda …”

“Jangan cuma datang, lalu membakar sebuah tempat–tempat apapun itu–kemudian kabur seperti itu,” tukas Kussad mengomentari para pelaku yang berupaya membakar masjidnya.

Bau asap sisi kebakaran masih tercium sampai minggu malam. Bekas tempat yang terbakar masih terlihat, termasuk kaca jendela masjid yang pecah. Namun insiden ini tidak menghentikan salat jamaah di masjid tersebut.

“Saya cuma bisa bilang, mengapa semua ini terjadi, itu saja. Untung saja tim pemadam kebakaran cepat datang sebelum api menghanguskan dan merusak seluruh bagian masjid. Kerusakan fisiknya tidak besar. Tapi yang lebih besar adalah kerusakan moral orang yang melakukan ini semua,” tukas Kussad.

Menanggapi hal ini dan banyaknya kasus-kasus penyerangan terhadap kaum muslimin dan masjid-masjidnya, Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper mengatakan, dalam setahun terakhir , masjid-masjid menjadi target serangan, berupa upaya pembakaran masjid dan penistaan terhadap masjid. Kasus-kasus seperti itu menimpa masjid di Oregon, Tennessee, Texas dan Michigan. Pada bulan Mei 2010, sebuah bom bahkan meledak di sebuah masjid di Florida.

“Sejumlah insiden serangan belakangan ini, dengan target komunitas Muslim dan fasilitas-fasilitas milik Muslim menjadi tren di seluruh AS dan sangat mengkhawatirkan. Para politisi dan pemuka agama di level nasional harus segera menanggapi kecenderungan ini,” kata Hooper.
Sepanjang akhir pekan kemarin, kata Hooper, selain serangan ke sebuah masjid di Houston, CAIR Michigan menerima laporan dan sedang menyelidiki kasus vandalisme. Sebuah mobil milik Muslim di Michigan, dirusak dan terdapat tulisan “f’ckin sand n’gger” dengan menggunakan cat semprot.

CAIR mencatat insiden serangan terhadap Muslim dan institusi milik Muslim meningkat pasca terbunuhnya Usamah Bin Ladin. Diantaranya adalah dua kasus di atas. Kasus lainnya, sebuah masjid di Lousiana dilecehkan, dimana pelakunya meletakkan daging babi di gagang pintu masuk masjid tersebut.

Masjid di Maine juga menjadi sasaran aksi vandalisme. Rumah keluarga muslim di Minnesota ditulisi “Nazi” dan “KKK” dengan menggunakan cat semprot. Seorang siswa muslim di Texas, dilecehkan gurunya terkait tewasnya Bin Ladin. Sebuah poster dengan gambar yang menyiratkan kebencian terhadap Muslim, ditempel di dekat masjid di New York.

Para pemuka agama dan para imam, sering menjadi target kecurigaan ketika bepergian dengan pesawat terbang. Belum lama ini, tiga cendikiawan Muslim dilarang naik ke pesawat terbang yang akan membawa mereka ke lokasi tempat berlangsungnya konferensi tentang Islamofobia.

Dan sepekan yang lalu, seorang pegawai pom bensin di California, diserang oleh dua orang lelaki dan mengatai petugas bom pensin tadi sebagai “jihadis” yang marah atas kematian Bin Ladin.

Melihat indikasi makin meningkatnya serangan terhadap komunitas Muslim dan institusi Muslim di seluruh penjuru AS, CAIR berharap aparat keamanan di AS bertindak cepat dan berupaya mencegah insiden-insiden serupa terulang lagi. Tapi sejauh ini, lembaga intelijen dalam negeri AS, FBI belum merespon atau memberikan pernyataan resmi atas desakan CAIR itu. (eramuslim/mugiwara no nakama)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s