Gates Seru Sekutu Amerika Untuk Tetap Menjajah Afghanistan

Menteri Pertahanan AS Robert Gates menyeru oposisi di negaranya dan sekutu Amerika Serikat untuk tidak terburu-buru terkait penarikan pasukan pendudukan dari Afghanistan.

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri oleh Gates pada hari Kamis di Brussels dengan NATO, sebelum ia meninggalkan jabatannya pada akhir bulan ini.

Gates mengatakan: “Terburu-buru untuk keluar dari Afghanistan akan merusak kemajuan yang selama ini telah dicapai oleh militer di sana.”

Ia menambahkan bahwa “Amerika Serikat tidak akan tergesa-gesa menarik pasukannya. Dalam hal ini, Washington mengharapkan cara koordinasi yang sama dari sekutu-sekutunya.”

Gates menjelaskan bahwa “Sekutu telah membuat kemajuan militer yang signifikan di wilayah itu.” Ia kembali mengulang pernyataannya bahwa “Masih terlalu dini untuk mengetahui dampak dari terbunuhnya pemimpin organisasi al-Qaeda Osama bin Laden terhadap perjalanan pertempuran di Afghanistan.”

Gates mengungkapkan pada konferensi pers bahwa “Kemenangan itu bisa saja berubah menjadi ancaman jika kita tidak melakukan proses penyerahan keamanan kepada pasukan Afghanistan secara terbatas dan teratur.”

Gates membicarakan hal ini sebelum dimulainya penarikan pasukan yang direncanakan dan dijanjikan oleh Presiden Barack Obama dari Afghanistan pada bulan depan.

Selain itu, Gates juga mengakui bahwa kelelahan dalam perang menjadi wacana yang cukup merata di Amerika Serikat pada 10 tahun konflik perang di Afghanistan, seperti dilansir AP, Kamis (16/6/2011).

“Saya tahu semua orang putus asa. Negara kita telah berperang selama 10 tahun. Saya tahu banyak orang lelah,” kata Gates di hadapan Sidang Senat Komisi Pertahanan, Rabu (15/6).

Namun Gates menekankan bahwa AS dan sekutu-sekutunya telah membuat kemajuan yang cukup signifikan dalam meningkatkan peran pasukan keamanan Afghanistan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menjanjikan bahwa NATO tidak akan meninggalkan Afghanistan bersamaan dengan permulaan NATO menyerahkan kepemimpinan lapangan kepada pasukan Afghanistan dalam beberapa minggu ini.

Rasmussen mengatakan: “Kami tidak akan terburu-buru keluar. Inilah yang kami tegaskan dalam pertemuan hari ini. Bahkan sebaliknya, semua negara sekutu yang tergabung dalam Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Afghanistan akan melanjutkan komitmennya sampai akhir.”

Administrasi Obama saat ini tengah menghadapi desakan besar agar segera memulangkan pasukan Amerika dari Afghanistan. Desakan ini semakin besar sejak Obama mengumumkan tewasnya pemimpin Al Qaeda, Syaikh Usamah bin Laden bulan lalu.

Juga pada hari Rabu (15/6), 27 senator dari Demokrat maupun Republik, mengirimkan surat kepada Presiden AS Barack Obama yang berisi tekanan untuk mengganti strategi Afghanistan dan mengurangi jumlah pasukan. (media umat/ar-rahmah/mugiwara no nakama)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s