Sejarah Singkat Unit 731, Divisi Bioterorisme Militer Jepang

02-hist-04-lTahun 1935, Dr Ishio Ishii, seorang ahli bakteri dan salah satu perwira militer Jepang, meyakinkan pemerintah Jepang untuk membuat program senjata kimia dan biologi. Pada tahun 1937, sebuah unit bernama Unit 731 dibentuk, yang bertanggungjawab terhadap pembuatan senjata kimia dan biologi milik Jepang sebelum dan sesudah Perang Dunia II. Tujuan dibentuknya unit militer ini adalah untuk melapangkan jalan bagi Jepang untuk menjajah Cina. Unit ini dibentuk pada tahun 1937 saat Jepang menyerbu Cina. Alasan invansi Jepang ke Cina, menurut versi sejarawan Jepang adalah untuk membebaskan rakyat Cina dari tipu daya Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Unit 731 disamarkan sebagai fasilitas pemurnian air. Fasilitas ini di bangun di kota Ringsan, dekat Harbin, di timur laut Cina.

Shiro-ishiiDengan dipimpin oleh Ishii, Unit 731 menekankan penelitiannya pada virus antraks, juga virus tipus, kolera, botulism, cacar, tularemia dan radang otak. Bakteri-bakteri itu kemudian berkembangbiak dalam jumlah besar di dalam tangki-tangki aluminum yang besar. Diperkirakan bahwa pada 1940, Unit 731 mengembangkan lebih dari lima ton bakteri antraks dalam bom-bom yang siap diledakkan. Kemudian, untuk mempersenjatai para agen Jepang, Unit 731 mengembangkan coklat dan permen karet yang sudah diinjeksi dengan bakteri antraks, bolpoin, paying, jepitan juga sudah terinfeksi oleh bakteri antraks. Unit 731 juga secara insentif memenuhi balon udara panas dengan bakteri mematikan tersebut.

Direktur Unit 731, Ishii memberikan para tahanan perang Cina, Korea, Inggris dan AS dengan kuman pathogen seperti antraks tanpa rasa kasihan sedikit pun. Secara sistematis Ishii dan timnya menjadikan para tawanan perang sebagai kelinci percobaan mereka. Jepang menggunakan para tawanan perang dan penduduk sipil yang tertangkap sebagai kelinci percobaan. Pada umumnya, orang-orang Cina dan Korea lah yang dijadikan kelinci percobaan. Mereka dipasung di atas tiang, lalu dipaparkan kuman pathogen. Kemudian, Ishii dan timnya dari tempat yang aman, mencatat seberapa lama lagi mereka akan meninggal. Dari hasil eksperimen itulah orang-orang Jepang mendapatkan informasi senjata mana yang paling efektif dan ampuh digunakan dalam kondisi demikian. Eksperimen ini menyebabkan tingkat kematian para tahanan sekitar 70 persen. Bahkan dalam beberapa kasus dapat mencapai 100 persen.

Pada tahun 1941, pesawat-pesawat Jepang menyemprotkan wabah pes ke beberapa bagian negara Cina. Setidaknya 5 kasus terpisah dari peristiwa ini telah didokumentasikan. Pada 1942, “bom bakteri” dilepaskan ke daratan Cina. Anmun, dipastikan seranagn ini tidak berhasil.

test_slide4Pada tahun 1931, Jepang memperluas wilayahnya dengan merebut Mancuria dan Unit 731 dikerahkan untuk menjamin “pasokan bahan eksperimen manusia tidak berhenti. Pada dasarnya, seluruh tawanan perang bisa dijadikan subyek eksperimen perang biologis. Penjajahan Jepang ke Cina dan Mancuria juga menggunakan senjata kimia dan biologi. Militer Jepang menyerang pasukan Cina dengan wabah penyakit dan gas mustard, kolera, disentri, tipus, antraks dan lewisite. Korban pihak Cina akibat aksi bioterorisme Unit 731 sangat sulit untuk diperkirakan. Tak sampai disitu saja, Unit 731 juga ikut meracuni sungai, sumur dan cadangan air pihak Cina dengan kuman kolera, disentri, tipus dan antraks. Diperkirakan ada sekitar 3000 warga Cina, Korea dan sekutu yang tewas dalam eksperimen Unit 731.

Menyerahnya Jepang kepada pihak sekutu pada tahun 1945 akibat serangan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhkan oleh pesawat tempur AS mengakhiri aksi bioterorisme Unit 731 dan program pengembangan senjata biologis Jepang selama-lamanya. Pihak Cina menderita banyak kerugian akibat aksi jahat Unit 731 ini. Sebelum berhasil menggunakan senjata biologis ini pada Perang Pasifik tahun 1944, akibat perencanaan yang buruk dan sabotase sekutu menggagalkan rencana ini. Namun, di tahun 1942, Jepang telah berhasil melepaskan ribuan tikus yang telah terinfeksi pes sebelum mereka menyerah dengan konsekuensi yang tidak diketahui. Beberapa waktu sebelum Jepang menyerah kalah, laboratorium Unit 731 dihancurkan.

Setelah perang, Uni Sovyet menghendaki agar anggota-anggota Unit 371, termasuk Shiro diadili. Tetapi pihak AS menjamin kekebalan mereka dengan memberikan grasi kepada anggota tertua dari Unit 731 dan amnesti kepada para ilmuwan yang terlibat di Unit 731 ini. Namun, mereka harus memberikan semua data eksperimen mereka kepada pihak AS. beberapa orang menganggap kalau AS setuju untuk bertukar informasi yang berharga dengan Unit 731 untuk digunakan melawan Uni Sovyet. (mugiwara no nakama/dirangkum dari berbagai sumber/NMJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s