Sejarah Ordo Skull & Bones (Bagian I)

skull-and-bones_668551aOleh Kris Millegan, Editor, Conspiracy Theory Research List (www.ctrl.org), RoadsEnd@aol.com

Lahirnya Organisasi Rahasia Skull & Bones

Cerita dimulai di Yale, dimana 3 sejarah sosial rakyat Amerika—spionase, peredaran narkotika dan kelompok rahasia—terjalin menjadi satu.

elihuyale

Gambar diri Elihu Yale

Elihu Yale lahir di dekat Boston, bersekolah di London, dan menjalankan British East India Company sehingga dilantik menjadi gubernur Fort Saint George, Madras pada 1678. Dia menjadi kaya di bidang perdagangan dan kembali ke London pada tahun 1699. Selanjutnya, Yale diketahui menjadi seorang filantropis yang baik; menerima permintaan dari Collegiate School, dia mengirim bantuan donasi dan koleksi berbagai buku. Setelah peristiwa tersebut, Cotton Mather mengubah nama sekolah tersebut menjadi Yale College pada 1718.

Patung dari Nathan Hale didirikan di Old Campus Universitas Yale. Tiruan dari patung Hale tersebut didirikan di depan markas besar CIA di Langley, Virginia. Patung yang sama juga didirikan di depan Philips Academy di Andover, Massacushetts (Dimana George HW Bush [48 tahun] pergi ke prep school dan masuk ke dalam kelompok rahasia pada umur 12 tahun).

Nathan Hale bersama 3 lulusan Yale lainnya adalah anggota Culper Ring, salah satu dari operasi intelijen pertama Amerika Serikat. Organisasi yang didirikan oleh George Washington, meraih kesuksesan selama Perang Revolusi. Nathan bekerja sebagai mata-mata untuk Inggris. Dan setelah ia meluapkan kekecewaannya, dia pun dihukum gantung pada 1776. Sejak mendirikan Republik, hubungan antara Yale dan “Komunitas Intelijen” menjadi unik.

Pada 1823, Samuel Russell mendirikan Russell and Company (RC) yang bertujuan untuk mendapatkan opium dan mengedarkannya ke Cina. RC bergabung dengan sindikat Perkins (Boston) pada 1830 dan menjadi pengedar opium terbesar di Amerika. Banyak tokoh-tokoh AS dan Eropa yang membangun bisnis perdagangan opium “China.”

Satu dari Ketua Operasi RC di Canton adalah Warren Delano, Jr., kakeknya Franklin Roosevelt. Rekan kerja Delano lainnya adalah John Cleve Green (yang mendanai Princeton), Abiel Low (yang mendanai perbaikan Kolombia), Joseph Coolidge and the Perkins, Sturgis dan keluarga Forbes. (Putra Coolidge mengelola perusahaan The United Fruit, dan cucunya, Archibald C Coolidge adalah co-founder dari Council of Foreign Relations/CFR).

William Huntington Russell (‘33), sepupu Samuel, belajar di Jerman dari 1831 hingga 1832. Jerman adalah kasur panas dari ide-ide baru. “Metode ilmiah” yang dapat diaplikasikan ke dalam semua bentuk usaha keras manusia. Prussia, dimana menyalahkan kekalahan pasukannya ketika berperang dengan Napoleon pada 1806 hanya berpikir mengenai diri mereka sendiri akibat stress karena peperangan, mengambil keseluruhan prinsip yang dibuat oleh John Locke dan Jean Rosseau dan menciptakan sebuah sistem pendidikan baru. Johan Fitche dalam karyanya “Adress to German People”, mengumumkan bahwa anak-anak akan diambil alih oleh Negara dan menjelaskan apa yang harus dipikirkan dan bagaimana cara untuk memikirkannya.

william-huntington-russell

Foto diri William Huntington Russell

Georg Wilhelm Hegel mengambil alih kursi Fitsce di Universitas Berlin pada 1817 dan menjadi professor hingga ajal menjemputnya pada tahun 1831. Hegel adalah puncak sekolah filsafat idealistiknya Jerman Immanuel Kant.
Bagi Hegel, dunia kita adalah dunia alasan. Negara adalah Alasan Absolut dan rakyat hanya dapat bebas dengan menyembah dan tunduk patuh kepada Negara. Hegel menyebut Negara sebagai “gerakan Tuhan di dunia” dan “hasil akhir.” Hegel menyebut hasil akhir ini sebagai, “hak tertinggi melawan individu, yang menjadi kewajiban tertinggi untuk menjadi anggota Negara.” Kedua ideologi Fasisme dan Komunisme memiliki akar filsafat di dalam Hegellianisme. Filsafat Hegellian sangat menggeliat pada masa William Russell di Jerman.

Ketika Russell kembali ke Yale pada 1832, dia membentuk sebuah komunitas senior bersama Alphonso Taft (’33). Menurut informasi yang didapatkan dari bocoran pada the “tomb” (istilah untuk pertemuan rapat The Skull and Bones) pada tahun 1876, “Bones adalah bagian (chapter) dari sebua korp dalam Universitas Jerman…. Jenderal Russell, pendiri Bones (sebutan untuk Skull and Bones), berada di Jerman sebelum Tahun Seniornya dan membentuk sebuah hubungan akrab dengan seorang anggota yang memimpin sebuah komunitas di Jerman. Bersamanya, dia membawanya ke kampus, karena memiliki hak untuk mendirikan sebuah chapter disini. Jadi kelas valedictorian William H Russell, bersama keempatbelas temannya yang lain, menjadi pendiri ‘The Order of Scull and Bones’ yang kemudian berubah namanya menjadi ‘The Order of Skull and Bones (Ordo Tengkorak dan Tulang)’.”

skull_bones11g_01Order Skull and Bones yang keberadaannya suka tampil dalam kerahasiaan ini hanya ada di Universitas Yale. Limabelas junior “diikat” setiap tahunnya oleh para seniornya untuk diinisiasi menjadi anggota ke dalam grup di tahun selanjutnya. Ada yang mengatakan untuk setiap inisiasi diberikan uang sebesar 15 ribu dolar dan sebuah jam sang kakek. Selain menjadi sebuah rumah menyenangkan bagi kampus, kelompok ini sudah mencetak kesuksesan bagi para anggota yang telah menjadi alumni di dunia.

Nama-nama daftar anggota Ordo Skull and Bones yang masuk menjadi keluarga seperti sebuah daftar elit partai. Diantaranya Lord, Whitney, Taft, Jay, Bundy, Harriman, Weyerhaeuser, Pinchot, Rockefeller, Goodyear, Sloane, Stimson, Phelps, Perkins, Pillsbury, Kellogg, Vanderbilt, Bush, Lovett dan masih banyak lainnya.

William Russell menjadi Jenderal dan anggota DPR di Connecticut. Alphonso Taft ditunjuk sebagai Hakim Jenderal AS, Sekretaris Perang (sebuah post yang banyak dipegang oleh Bonesmen (sebutan untuk anggota Skull and Bones), Duta Besar (Dubes) Austria dan Dubes Rusia (post lainnya dipegang oleh Bonesmen). Anaknya William Howard Taft (’87), satu-satunya pria yang menjabat dua kepemimpinan, yakni sebagai Presiden AS dan Ketua Hakim di Mahkamah Agung. (bersambung/mugiwara no nakama, dari buku online Kris Millegan, “The Order of Skull and Bones: Everything You Ever Wanted to Know, But Were Afraid to Ask”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s