Mengungkap Dalang Dibalik Tragedi WTC 11 September

tragediwtcTanggal 11 September 2014 kemarin masyarakat Amerika Serikat telah memperingati hari hancurnya menara kembar simbol perekonomian AS, World Trade Center. Hancurnya gedung WTC 13 tahun silam masih menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah dalam kejadian ini Israel terlibat atau tidak? Misteri lainnya yang belum terselesaikan dari insiden 9/11 adalah runtuhnya gedung World Trade Center 7, beberapa jam setelah runtuhnya WTC-1 dan WTC-2, padahal gedung ini sama sekali tidak pernah ditabrak oleh pesawat.

Para ilmuwan, arsitek dan insinyur di seluruh dunia telah mempertanyakan versi resmi tentang bagaimana WTC-7 jatuh, menambahkan bahwa bangunan ini dibangun untuk melawan kekuatan yang tangguh bahkan kekuatan alam sekalipun. Berdasarkan klaim oleh pemerintah AS, gedung WTC-7 yang berbingkai baja hancur dan runtuh oleh kebakaran kantor yang ada di dalam gedung itu. “WTC- 7 runtuh karena dipicu oleh kebakaran perabotan kantor,” kata Shyam Sunder, pimpinan penyidik ​​di Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST).

Namun, para ahli mengatakan bahwa sebuah bangunan dengan kerangka baja tidak pernah runtuh setelah beberapa jam terbakar oleh api. “Kebakaran belum pernah menyebabkan runtuhnya gedung pencakar langit manapun. Meskipun ada banyak contoh kebakaran yang jauh lebih panas, lebih besar, dan lebih lama membakar bangunan-bangunan ini,” kata arsitek Richard Gage. Pakar metalurgi insinyur McGrade Kathy menyatakan, “Anda tidak bisa menghasilkan panas yang cukup untuk melelehkan baja.”

Menurut saksi mata, ledakan besar terdengar sebelum WTC-7 runtuh.

Skenario resmi NIST yang menyatakan keruntuhan total bangunan WTC-7 akibat kebakaran, menurut para ahli, benar-benar mustahil. Semua kolom baja harus dipotong pada saat yang sama agar struktur bangunan bisa jatuh dengan cara seperti itu, berdasarkan apa yang disampaikan pakar struktur bangunan insinyur Michael Donly.

NIST sendiri menolak kemungkinan apapun keruntuhan WTC-7 akibat bom kontrol, dan mereka juga menolak untuk menguji residu peledak, yang bisa mendokumentasikan bukti dari baja yang meleleh dari bangunan WTC-7.

Keluarga korban WTC-7 telah meminta bahwa penyebab keruntuhan bangunan diselidiki secara hati-hati karena jutaan orang di seluruh dunia, dan bukan hanya ilmuwan dan insinyur, ingin pertanyaan-pertanyaan yang masih menjadi tanda tanya runtuhnya bangunan itu segera terjawab.

investigate 2Isu bahwa Israel terlibat dalam serangan 11 September 2001 lalu memang sudah lama muncul ke publik. Namun, beberapa tahun kemudian media AS, New York Times (NYT), mulai berani mengaitkan Israel dalam serangan yang membuat luluh lantak gedung World Trade Center (WTC) di kota New York, AS.

NYT mengaitkan adanya keterlibatan Israel karena terungkapnya sebuah nama Ali al Jarrah. Ali adalah seorang agen Mossad, dinas rahasia Israel. Menurut laporan, Ali ini merupakan sepupu Ziad al-Jarrah, yang merupakan salah satu pembajak pesawat dalam tragedi itu.

Begitu juga pada tanggal 18 September 2001, sebuah harian Israel melaporkan bahwa ada seorang pejabat negara Israel yang sebelum tanggal 9 memberikan peringatan kepada Washington. Ia mengatakan akan adanya sebuah serangan “teroris” besar-besaran di AS, pejabat tersebut juga secara spesifik mengaitkan plot serangan tersebut dengan Osama bin Laden, yang disebut-sebut sebagai pimpinan kelompok al-Qaidah.

Yahudi juga terlibat dalam konspirasi besar tersebut. Hal ini terbukti saat terjadi peristiwa 11 September, dilaporkan bahwa sekitar 3.000 karyawan Yahudi secara serentak tidak masuk kerja. Jumlah yang sangat banyak jika mereka sakit secara serentak, tanpa ada sesuatu. (detik-Rabu, 11/03/2009 07:14 WIB)

Sehingga mereka semua selamat dan tidak ada korban Yahudi dalam peristiwa tersebut.

Tak kalah mirisnya adalah ketika pesawat menabrak gedung kedua, terlihat oleh warga New York, beberapa kelompok Yahudi Israel justru bersorak gembira dan membuat muak warga New York.

Akhirnya beberapa warga New York yang melihat reaksi mereka tersebut melaporkannya ke pihak kepolisian. Maka kelompok itu akhirnya ditangkap pihak kepolisian kota New York untuk dimintai keterangan, namun karena tak ada bukti kriminal akhirnya mereka dilepaskan kembali. Ini artinya bahwa serangan tersebut telah direncanakan dan telah diketahui pihak Israel.

Kenyataan itu diperkuat oleh seorang ahli milliter turunan dari Israel dan juga seorang mantan tentara di angkatan laut, Dr Alan Sabrosky. Ia menyatakan bahwa serangan 11 September atau lebih dikenal dengan 9/11 itu memang melibatkan Israel.

Selain fakta-fakta lama adalagi fakta-fakta baru kembali terungkap terkait peristiwa WTC 9/11.

novusKomunitas pencari fakta kasus 11 September 2001 dalam sebuah pernyataan mereka yang diterbitkan di Madrid Spanyol, mengungkapkan sejumlah fakta tentang pelaku dan aktor sebenarnya dari serangan spektakuler teror 9/11, sembari mengecam dan mengkritik kinerja komite pencari fakta yang terkait dalam kasus ini.

Dalam pertanyaan mereka tersebut, dinyatakan bahwa Wakil Presiden AS pada saat itu, Dick Cheney adalah salah satu dalang dalam serangan tersebut. Komunitas ini dalam statemennya lebih lanjut memepersoalkan kinerja Komite Pencari Fakta Serangan 11 September seraya mendesak komite tersebut untuk menjawab serangkaian pertanyaan keluarga para korban yang sampai saat ini masih belum terjawab.

“Setelah bekerja selama 442 hari, Komite ini belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan atas 70 persen pertanyaan dari keluarga para korban serangan teror 11 September,” ungkap statemen tersebut.

Teori yang dipaparkan oleh pemerintah AS terkait peristiwa serangan teror 11 September 2001 sampai saat ini telah ditolak oleh lebih dari 120 perwira tinggi militer, intel, polisi dan pejabat pemerintahan di AS sendiri, juga oleh lebih dari 500 arsitek, lebih dari 100 pilot dan pakar kedirgantaraan serta lebih dari 200 dosen di AS.

Peristiwa tragis penyerangan gedung WTC pada 11 September 2001 lalu telah menimbulkan pro-kontra dikalangan umat Islam sendiri, sebagian besar mengecam dan menolak aksi tersebut dianggap sebagai bagian dari Jihad dan menyatakan bahwa peristiwa itu merupakan “by design” Yahudi alias ada konspirasi yang menyelimutinya, namun tidak sedikit kalangan pro Jihad menganggap peristiwa itu sebagai keberhasilan para ‘mujahidin’ melaksanakan misi sucinya menyerang jantung Amerika dan simbol kesombongan Amerika. (eramuslim/islampos/mugiwara no nakama/NMJ)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s