Jang Ja Yeon, Ladies Code dan Sisi Gelap Industri Hiburan Korsel

konspirasialfredsuciHelo Readers, jumpa lagi di Blog Not Mister Jekyll…

Beberapa waktu lalu seorang teman meminjamkan saya sebuah buku tulisan Alfred Suci berjudul “KONSPIRASI: Membongkar Kebusukan Konspirasi Paling Menggemparkan di Dunia.” Dari judulnya sih buku ini sangat bombastis, apalagi di tambah stempel “TOP SECRET IN THE WORLD.” Saya pun mulai tertarik untuk membaca lembar perlembar isi buku ini.Dari segi isi, buku ini sangat bagus. Karena beberapa informasinya termasuk baru untuk disampaikan dalam buku-buku konspirasi. Seperti tentang konspirasi freemasonry dalam industri hiburan Korea Selatan. Saya sendiri sudah pernah membahas hal ini secara ringkas dalam beberapa artikel di blog saya dengan tema utama “D-STYLE (Dajjal Style).” Penelitian ini saya mulai ketika saya mulai menyukai musik-musik girlbands Korea, seperti SNSD, Narsha dan Super Junior.

Buku KONSPIRASI itu juga membahas soal kebenaran sejarah si Pitung, fakta lailatul qadar yang disembunyikan lembaga antariksa Paman Sam, NASA hingga tentang konspirasi antara PSSI dengan FIFA juga ikut dibahas disini. Ditambah beberapa topik yang sempat in di media massa. Namun begitu ada satu topik di dalam buku ini yang membuat saya tertarik untuk membahasnya, yakni tentang sisi gelap industri hiburan Korea Selatan. Kenapa bisa tertarik? Alasannya sih sepele, saya pengen membahas saja. Itu saja. Hehehe…

-Jang-Ja-Yeon-boyDalam judul “Misteri Bunuh Diri Artis Cantik Korea Selatan, Jang Ja Yeon,” buku pak Alfred Suci ini menjelaskan duduk perkara bagaimana sehingga artis cantik ini bisa bunuh diri. Mayat pemeran Sunny di Boys Before Flower itu ditemukan menggantung di jeruji tangga rumahnya pada tanggal 7 Maret 2009.

jangUsut punya usut kematian artis cantik ini disebabkan karena doi tidak sanggup lagi menanggung beban mental akibat menjadi budak seks industri hiburan Korsel. Dalam surat-suratnya, tulis Pak Alfred, Jang Ja Yeon sudah melayani syahwat petinggi-petinggi hiburan, media, keuangan, dan sejumlah pengusaha besar Korsel lebih dari 100 kali. Parah kan! Saya saja tak sanggup untuk menuliskannya karena kesal dengan catatan harian si Jang. Parahnya lagi, sang manajernya juga ikut terlibat dalam bisnis prostitusi ini. Luar biasa bukan?! Ultraman aja ampe kasih jempol dibuatnya.

Singkatnya, pelecehan terhadap Jang ini juga dialami oleh ratusan artis Korsel.

Ladies-CodeSelain kematian Jang Ja Yeon, ada lagi kematian dua personil girlbands Ladies Code, EunB dan Rise akibat sebuah kecelakaan maut setelah keduanya selesai melakukan syuting di kota bagian tenggara Daegu. Inspektur Polisi, Le Ho-dong seperti dilansir kantor berita BBC melaporkan bahwa kemungkinan besar kecelakaan ini disebabkan oleh kecepatan laju mobil diatas jalanan basah sehingga mobil oleng dan sang sopir tidak dapat lagi menguasai setir kemudi.

tumblr_inline_nbchhyjHGy1r118td“Kami kesulitan menyelidiki kasus ini karena tidak terdapatnya CCTV di seputaran tempat kejadian perkara,” ujar Pak Inspektur. Syukurnya, ada barang bukti rekaman kamera mobil sehingga dapat memudahkan penyelesaian kasus ini.

EunB sendiri langsung meninggal di tempat. Sedangkan Rise menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami perawatan setelah menjalani operasi di Ruman Sakit.

Dari beberapa analisa yang beredar di internet menyebutkan bahwa ada beberapa kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian. Pertama, mobil yang telah disabotase. Hal ini beralasan karena mobil yang digunakan bukanlah mobil yang biasa dipakai oleh manajemen sang artis tetapi mobil rental yang dikatakan baru pertama kali digunakan. Kedua, airbag yang tidak berfungsi. Normalnya, kantung udara atau airbag mobil akan berfungsi ketika mobil mengalami tabrakan. Lalu, ban mobil yang copot. Padahal, mobilnya adalah mobil baru. Entah kenapa tragedi kecelakaan mobil ini mirip dengan kecelakaan yang merenggut nyawa Putri Diana beberapa tahun silam. Aahh… paling kebetulan. Wallahu a’lam.

HyundaiStarexRiSeEunBladiescodetragedySelain itu, kematian dua orang personil Ladies Code ini juga pernah digambarkan dalam sebuah videoklip Ladies Code yang judulnya, “Kiss Kiss.” Meskipun lirik lagunya bercerita tentang ciuman pertama seorang gadis dengan seorang perjaka. Tetapi, nyatanya vidklipnya malah membicarakan tentang ciuman kematian untuk para personil LC. Wajar saja kemudian kalau laman konspirasi yang sering menelurkan tulisan-tulisan konspirasi di indutri hiburan dunia, The Vigilant Citizen menyebut bahwa kematian personil LC ini akibat ulah kaum globalis hitam yang berada di dalam industri hiburan Korsel.

kiss3kiss5kiss8kiss9kiss11ladies13Di sepanjang pemutaran vidklipnya sendiri dipenuhi oleh berbagai simbolisme D-Style. Dari mulai hexagram, simbol apel, monarch programming dan lain sebagainya. Bagi, pembaca yang penasaran silahkan menonton sendiri vidklipnya di internet.

Sebenarnya, kejahatan industri hiburan ini tidak hanya terjadi di Korsel saja. Tapi juga terjadi di industri hiburan di Negara lain. Seperti Jepang hingga Amerika Serikat. Di Jepang sendiri ada kasus Nana Mizuki yang ketika masih kecil sempat dicabuli oleh guru musiknya. (Eits, ini gak termasuk ya?). Di Amerika Serikat ada kisah kematian Michael Jackson yang konon kabarnya menjadi kelinci percobaan antara manajemen labelnya dengan industri obat besar yang disebut dengan istilah Big Pharma. Tapi ini belum tentu disebabkan oleh kelompok konspirasi Internasional juga. Bisa saja skandal ini terjadi diantara mereka saja tanpa ada campur tangan kelompok Globalis hitam.

Dan masih banyak hal lainnya yang akan banyak kita temukan di internet terkait skandal-skandal di dunia hiburan dunia. Eits, tapi hati-hati entar kejebak dalam berita HOAX. Hehehehe…

Okelah kalo begitu, sampai jumpa di artikel berikutnya. Keep calm and love Not Mister Jekyll. Bai bai~ (mugiwara no nakama/NMJ)

Iklan

One thought on “Jang Ja Yeon, Ladies Code dan Sisi Gelap Industri Hiburan Korsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s