Napoleon Bonaparte, Kejayaan Hingga Tragedi

napoleonbyJacques-Louis_David_007Siapa yang tidak mengenal sosok Napoleon Bonaparte, jenderal perang yang bertubuh mungil namun memiliki ambisi seorang raksasa untuk menguasai seluruh Eropa. Namun, impiannya untuk menguasai Eropa musnah ketika ia berkonfrontasi dengan pihak yang mendanai perangnya. Berikut kisahnya…

20071220132433_decodedNapoleon Bonaparte lahir di Pulau Korsika, 15 Agustus 1769. Ia berasal dari sebuah keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika, Nabolione atau Nabulione). Di kemudian hari ia mengadaptasi nama Napoléon Bonaparte yang lebih berbau Perancis.

Pada masa kejayaannya, Napoleon Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun peperangan. Diantaranya adalah Belanda dengan diangkatnya adiknya Louis Napoleon, Spanyol dengan diangkatnya Joseph Napoleon, Swedia dengan diangkatnya Jenderal Bernadotte sebagai raja yang kemudian melakukan pengkhianatan, sebagian besar wilayah Italia yang direbut dari Austria dan Polandia dengan diangkatnya Joseph Poniatowski sebagai wali negara Polandia.

Namun, tahukah Anda, bila ekspedisi yang dilakukan oleh Napoleon semuanya di danai oleh Pengusaha Yahudi, Rothschild, tokoh Konspirasi Internasional yang berada dibalik Revolusi yang terjadi di Perancis?

Dukungan Konspirasi kepada Napoleon disebabkan Napoleon memiliki kesaman agenda dengan mereka yakni menghancurkan sistem monarki di seluruh Eropa. Dengan dukungan dana dari Konspirasi, Napoleon segera mengerahkan tentaranya secara besar-besaran ke berbagai negara Eropa.

Puncaknya terjadi pada tahun 1804 ketika Napoleon mengangkat dirinya sebagai Kaisar Perancis, Rothschild juga mengangkat saudara-saudaranya menjadi raja di negara-negara Eropa yang telah ditaklukkannya. William G. Carr mencatat, Joseph ditempatkan sebagai Raja Napoli, Louis di Belanda, dan Jerome di Losvalia, salah satu wilayah di Bavaria.

Jika saudara-saudara Napoleon diangkat sebagai raja politik di wilayah-wilayah itu, maka Nathan Rothschild dengan diam-diam juga mengangkat keempat saudaranya menjadi ‘raja finansial’ di keempat kerajaan Eropa tersebut. Dengan demikian, saudara-saudara Napoleon yang telah menjadi raja berperan sebagai ‘raja di depan layar’ sedangkan raja sesungguhnya adalah Rothschild bersaudara yang mengendalikannya dengan emas dan uang.

Lukisan berjudul Bonaparte Before the Sphinx yang dilukis oleh Jean-Léon Gérôme, Hearst Castle pada tahun 1868

Lukisan berjudul Bonaparte Before the Sphinx yang dilukis oleh Jean-Léon Gérôme, Hearst Castle pada tahun 1868

Konspirasi terus mengalirkan dana dalam jumlah besar kepada Napoleon. Sebaliknya, Napoleon juga memanfaatkan hal ini sebaik-baiknya. Bahkan ketika ia merebut dan menduduki Mesir, untuk memperoleh bantuan keuangan dari pemodal Yahudi, Napoleon pada tanggal 20 April 1799 dalam salah satu pidatonya mengatakan, “Wahai kaum Yahudi saudaraku, mari kita membangun kembali kota Yerusalem lama!”

Napoleon tahu, saat itu kaum Yahudi tengah berada dalam euphoria ‘sosialisasi kembali ke Yerusalem’ setelah pada tahun 1776 Nathan Bernbaum dan tokoh-tokoh Yahudi lainnya mencetuskan ide-ide “Zionis Internasional”, “Negara Israel” dan sebagainya lewat buku-buku mereka yang provokatif.

Napoleon pun bukanlah seorang jenderal yang bodoh. Di saat awal pergerakannya, Napoleon menerima segala kucuran dana dan bantuan dari Konspirasi dengan tangan terbuka, namun lama-kelamaan, Napoleon mulai curiga kepada pihak yang memberi bantuan tersebut. Napoleon sadar, di balik segala bantuan, tersimpan maksud-maksud tertentu yang adakalanya tidak menguntungkan di pihak yang diberi bantuan. Sebab itu, Napoleon mulai menjaga jarak dan menyelidiki siapa saja dan untuk apa Konspirasi memberi bantuan kepada pihaknya.

Namun niat Napoleon ternyata tercium juga oleh Konspirasi yang telah menanam agen-agennya di sekeliling Kaisar Perancis ini. Dan seperti biasanya, Konspirasi akan memberi pelajaran yang tidak akan terlupakan kepada siapa saja yang berani menentang kehendaknya, tidak terkecuali seorang Napoleon Bonaparte.

Melalui tangan militer Kerajaan Inggris, Konspirasi berhasil mengalahkan armada Perancis  di bawah pimpinan Laksamana Horatio Nelson di Teluk Aboukir, sehabis mengalahkan tentara gabungan Khilafah Utsmaniyah dan Mamluk dalam Pertempuran Piramid. Armada Horatio Nelson juga untuk kedua kalinya berhasil mengalahkan armada Perancis. Kali ini pada pertempuran laut di Trafalgar antara armada Perancis-Spanyol yang dipimpin oleh Admiral Villeneuve dengan armada Britania Raya yang dipimpin oleh Laksamana Nelson. Meskipun Nelson gugur dalam pertempuran ini (terkena tembakan sniper Perancis).

Di saat Napoleon dan pasukannya berperang melawan tentara Rusia di medan salju yang sangat dingin, Konspirasi melihat bahwa inilah kesempatan untuk memukul balik Napoleon. ‘Pukulan’ Konspirasi menyebabkan Napoleon dan pasukannya mengalami kekalahan memalukan di medan pertempuran Rusia. Meskipun pada umumnya orang mengetahui bahwa kekalahan pasukan Napoleon di Palagan Rusia disebabkan buruknya cuaca dan sulitnya medan bersalju.

Palagan Waterloo, akhir dari Napoleon

Palagan Waterloo, akhir dari Napoleon

Dalam buku sejarah dunia disebutkan bahwa kegagalan dalam menginvasi Rusia karena ketangguhan dan kecerdikan strategi Jenderal Mikhail Kutuzov dan Tsar Aleksandr I dalam menghadapi pasukan Perancis dengan memanfaatkan musim dingin Rusia yang dikenal mematikan serta pengkhianatan Raja Swedia, Jendral Bernadotte. Strategi Rusia dalam hal ini adalah membakar kota Moskwa ketika Napoleon berhasil menaklukkan kota itu setelah melewati pertempuran melelahkan di Borodino dan mengharapkan sumber logistik baru. Kekalahan di Rusia diulangi lagi oleh Adolf Hitler dari Jerman pada Perang Dunia II. Beberapa penulis juga melukiskan betapa pasukan Napoleon kepayahan menembus medan salju Rusia yang amat dingin menghadapi pertempuran melawan pihak Rusia dari suku Cozack.

Namun tak banyak yang mengetahui, bahwa kekalahan Napoleon ini sebenarnya akibat sabotase pihak Konspirasi yang memotong jalur logistik pasukan Napoleon lewat agen-agen mereka di Serbia, sehingga Napoleon bertempur sendirian. Akhirnya, Napoleon beserta pasukannya pun mengalami kekalahan di Palagan Waterloo ketika berhadapan dengan kekuatan Inggris yang dipimpin Duke of Wellington, Belanda oleh Pangeran van Oranje dan Prusia yang dipimpin oleh General Blücher serta persenjataan baru hasil temuan Jendral Shrapnel dari Inggris.

Di saat pasukan Rusia terus mendapat bantuan logistik—pasokan senjata, amunisi, dan makanan—maka tidak demikian bagi Napoleon dan pasukannya. Mereka dengan sisa-sisa senjata dan tenaganya harus menghadapi dua musuh yang amat berat sekaligus: pasukan Rusia dengan senjata dan amunisi yang terus berdatangan, dan udara dingin yang amat menusuk tulang disertai dengan angin kencang.

Lukisan Napoleon saat meninggalkan Pulau Elba

Lukisan Napoleon saat meninggalkan Pulau Elba

Akibat kekalahan di Palagan Rusia, Napoleon akhirnya dipaksa turun tahta dan dibuang ke Pulau Elba. Namun, Napoleon berhasil melarikan diri dari penjara pulau itu untuk merebut kembali tahtanya. Hanya saja, Napoleon hanya berhasil memerintah kembali Perancis selama 100 hari karena Konspirasi segera menangkapnya kembali. Tamatlah riwayat Napoleon. Napoleon Bonaparte pun akhirnya dibuang ke Pulau Saint Helena yang berada di tengah-tengah Samudera Atlantik. Ia berada di pulau tersebut sampai wafatnya. Ada kabar yang berhembus bahwa Napoleon diracun selama berada di dalam penjara.

Kuburan Napoleon Bonaparte di Muséum national d'Histoire, Jardin des Plantes, Paris

Kuburan Napoleon Bonaparte di Muséum national d’Histoire, Jardin des Plantes, Paris

Napoleon Bonaparte wafat pada tanggal 5 Mei 1821 saat berumur 51 tahun. Sebelum kalah di Palagan Waterloo, dia sempat menikah untuk kedua kalinya dengan seorang perempuan bernama Marie Louise, anak Kaisar Austria Francois I. Saat itu, antara Austria dan Perancis melakukan persekutuan yang dilakukan atas nasihat Perdana Menteri Matternich untuk menyelamatkan negaranya.

Sementara itu, setelah berhasil menyingkirkan Napoleon, Dinasti Rothschild pun berhasil membangun imperium lembaga keuangannya di Eropa. Salah satunya melalui bisnis perang. (eramuslim/wikipedia/mugiwara no nakama/NMJ)

Iklan

One thought on “Napoleon Bonaparte, Kejayaan Hingga Tragedi

  1. napoleon bonaparte anggota freemason itu, antek2 dan boneka rothschild, hingga akhirnya napoleon sadar bahwa dia hanya di jadikan alat buat kepentingan jahat rothschild dan akhirnya napoleon berbalik melawan rothschild yang berakibat napoleon mati dibunuh waktu perang di waterloo, napoleon mati dibunuh karena di minumannya di kasih racun oleh tangan kanan kepercayaan napoleon sendiri yang bernama marshall shout, marshall shout sudah di sogok uang oleh nathan rotschild buat mengkhianati dan membunuh napoleon. ( sumber : The Rotschild Dynasty karangan Dr. John Coleman, 2006 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s