Kayu Bahtera Nabi Nuh Berasal dari Indonesia?

noaharkKapal Nabi Nuh ‘Alaihissalam belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan netter. Apalagi belakangan beredar kabar kalau Bahtera Nabi Nuh tersebut kayunya berasal dari pulau di Indonesia. Tentu saja, ini menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Nah, kami pun menjadi tertarik untuk membahasnya disini. Ada beberapa penelitian yang akan kami ketengahkan di dalam postingan kali ini.

noah-ark-grass_2

Lokasi tempat ditemukan bangkai Kapal Nabi Nuh ‘Alaihissalam

Seorang Pegiat Seni yang menetap di Banten, Oetjoe Gabriel Jauhar dalam tulisannya, “Mungkinkah Nabi Nuh Hidup di Pulau Jawa?,” yang kemudian disalin kembali oleh seorang Blogger bernama Sulaiman Dyaja, menulis bahwa kayu jati berkapur yang menjadi bahan dasar pembuatan Kapal Nabi Nuh hanya tumbuh di Pulau Jawa, Indonesia. Padahal diyakini Nabi Nuh berasal dari daerah Timur Tengah, tepatnya daerah Teluk Persia hingga Bagdad. Versi lain menyebut terbuat dari kayu yang sudah punah?

Analisa Isotop C14 menyebutkan berumur4.000 tahun atau dibuat sekitar 2.000 SM. Ini bertentangan dengan literatur yang menyebutkan zaman Nabi Nuh adalah Nuh 3993-3043 SM. Tahun 2.000 SM adalah zaman Nabi Ibrahim 1996-1822 SM. Panjangnya kapal itu, menyimpulkan teknologi yang digunakan telah melebihi teknologi yang ada di zaman modern ini.

Hasil penelitian ini berasal dari Laboratorium Noah’s Ark Ministries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang saat itu hanya tumbuh di Pulau Jawa.

kayujatikapalnabinuh

Kayu jati yang dipakai untuk membuat kapal yang dipercaya sebagai kapal Nabi Nuh

Lembaga ini  telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konferensi pers di Hongkong, (26/4/2010).

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki, adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing.

Menurut penelitian The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah berantah, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air sudah menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di puncak sebuah gunung.  Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di Nusantara. Saat ini kita dapat menyaksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu adalah merupakan daratan yang sangat luas.

Hal – hal yang menjadi dasar Nabi Nuh as berasal dari wilayah Indonesia-pun begitu banyak diantaranya:
  1.  Cerita tentang keberadaan peradaban kuno Atlantis yang merupakan peradapan modern, yang mengacu pada Wilayah Indonesia Kuno (penemuan penemuan yang semakin menguatkan wilayah Atlantis berada di wiayah Indonesia). Tidak mungkin peradaban yang masih primitif, penduduknya bisa membuat bahtera (tidak pantas disebut perahu karena sangat besar dan kuatnya), dan kondisi alam wilayah Indonesia mendukung keberadaan bahan-bahan pembuatan bahtera, seperti kayu yang berasal dari hasil tanam Nabi Nuh as selama 40 tahun di hutan yang subur.
  2. Jarak tempuh pelayaran yang dilakukan Nabi Nuh selama berbulan-bulan/tahun relevan dengan jarak Indonesia-Timur tengah. Contoh: waktu jaman Penjajahan Belanda, orang Indonesia yang menunaikan ibadah Haji memakan waktu 3 bulan.
  3. Keaneka-ragaman hayati dan kondisi suburnya wilayah Indonesia yang memang patut bila disebut Taman Eden “surga dunia” pada mitologi-mitologi kuno.

Bangkai kapal itu ditemukan di Gunung Ararat (tertulis di Perjanjian Lama) atau orang Arab menyebutkan Gunung Judi (tertulis dalam Al Quran) di ketinggian 4.300 m. Panjang sekitar 137 meter (tertulis di Perjanjian Lama) dan terbuat dari kayu dan logam (Perjanjian Lama dan Al Quran).

“Dengan ketinggian 4.300 m, tidak mungkin banjir yang terjadi hanya banjir regional. Ini berakibat menghapuskan kepercayaan pada mitos banjir di berbagai suku bangsa. Padahal mitos merupakan rekaman sejarah yang dilakukan secara lisan,” tulis Oetjoe.

Bahkan beberapa netter percaya kalau Nabi Nuh AS berasal dari Pulau Jawa dengan melihat bukti kayu jati tersebut. Ada terlalu banyak spekulasi yang berkembang. Yang jelas, sejarah peradaban dunia seharusnya ditulis apa adanya bukan karena ada apanya. Wallahu a’lam bisshawwab. (mugiwara no nakama/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s