RENUNGAN

Ketika Ajal Menjelang

Pernahkan kita berhenti sejenak, dan bertanya pada diri kita sendiri, apa yang terjadi pada kita di malam pertama ketika kita meninggal?

Apa yang telah kita persiapkan untuk kematian—sesuatu yang pasti datang kepada kita? Apakah kita akan berada di tempat yang baik ataukah di tempat yang buruk? Seberapa sering kita mengingat mati? Pikirkanlah sejenak, saat dimana tubuh kita dimandikan dan akan segera dikuburkan.

Pernahkah kita memikirkan saat dimana orang-orang membawa tubuh kita ke pekuburan? Dan ketika semua keluarga kita menangis.

Pernahkah kita memikirkan saat tubuh kita diletakkan di dalam liang lahat? Semuanya gelap, dan hanya tanah dan tanah belaka.

Di saat itu, kita menyadari kita sendirian. Tak ada orang lain, dan semuanya begitu sempit. Tulang-tulang kita bahkan saling berdesakkan sendirinya.

Mungkin saat itu kita tengah menyesali semua perbuatan buruk kita di dunia. Kita mungkin baru menyesali akhlak kita terhadap orang tua kita, kita menyesali mengapa kita tidak mengenakan hijab. Tak ada uang. Tak ada perhiasan. Yang ada hanya semua perbuatan kita.

Dan ketika kita ditutup, mungkin kita ingin berteriak dan menyeru semua orang agar jangan pergi dari kuburan kita. Tapi kita tak bisa terdengar. Kita mendengar langkah kaki mereka menjauhi kita. Dan kemudian, di situlah kita berada, rumah masa depan kita yang pasti akan kita tempati. (eramuslim)

Iklan

6 thoughts on “RENUNGAN

  1. M’nurut gw tu da kemajuan,buat band2 d’indon,mereka bs ubh jd melayu,kan suatu kebanggaan jg,jd kt hrs dukung,jgn saling m’njatuhkn,tp hargai karya band bangsa kt bro.

  2. Masya Allah…. bagus-bagus sekali ulasan dalam blog ini. salam kenal ya….

    Kematian memang menjadi pelajaran untuk yg hidup, tapi sayang, jarang sekali dari kita yg memahaminya dan sering lupa, termausk saya sendiri

  3. bagus mas blog nya.. semoga kaum yahudi itu mau tobat semua.. orang yahudi itu pada zaman sekarang bukan hanya di Israel aja tapi di seluruh dunia maupun orang itu orang islam..

  4. sering kita membaca renungan kehidupan ini,,,tapi msih sering kali kita abaikan,mungkin sudah terlalu banyak dosa yang ada di diri sy pribadi dan saudara 2 smua,mungkin ini jadi renungan yang terakhir kali untuk kita sebelum kematian menghampiri kita semua…sukron saudaraku atas blognya biar menjadi amal ibadah di khidpan ini aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s